KabarBaik.co, Blitar – Ketiadaan apotek khusus hewan di Kabupaten Blitar mulai menjadi sorotan. Selama ini, layanan kesehatan hewan masih bergantung pada obat-obatan untuk manusia, yang dinilai kurang ideal dari sisi peruntukan.
Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, mengatakan pemerintah daerah mendorong pendirian apotek veteriner sebagai solusi atas kondisi tersebut. Apalagi, saat ini telah ada regulasi baru yang membuka peluang pengelolaan obat di bidang kedokteran hewan.
“Dengan adanya regulasi baru ini, kami mendorong dokter hewan untuk bisa mendirikan apotek veteriner. Pemerintah tentu akan mendukung,” ujarnya, Senin (20/4).
Menurutnya, keberadaan apotek veteriner penting untuk memperkuat layanan kesehatan hewan, terutama dalam penyediaan obat yang sesuai standar. Nantinya, apotek bisa dikembangkan melalui klinik hewan dan dikelola langsung oleh tenaga profesional.
Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Timur VIII Riris Dian Wiwahyu, mengungkapkan bahwa fasilitas serupa sebenarnya sudah mulai berkembang di sejumlah daerah, namun belum menjangkau wilayah seperti Blitar.
“Untuk daerah seperti Blitar memang belum ada, padahal kebutuhan itu cukup besar untuk mendukung praktik dokter hewan,” jelasnya.
Ia menyebut, saat ini sekitar 67 persen obat yang digunakan dalam penanganan hewan masih berasal dari obat untuk manusia. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidaktepatan penggunaan karena perbedaan fungsi dan dosis.
“Ke depan, kita ingin penggunaan obat lebih spesifik untuk hewan agar tidak terjadi kesalahan,” tegasnya.
Meski belum ditemukan dampak signifikan, keberadaan apotek veteriner dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Selain meningkatkan kualitas layanan, langkah ini juga diharapkan mampu menunjang kesejahteraan hewan di daerah.
“Harapannya, pelayanan kesehatan hewan bisa lebih optimal dan terstandar,” pungkasnya.(*)






