KabarBaik.co – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kepemilikan dan pengelolaan Blok Rokan telah sepenuhnya berada di bawah kendali Pertamina. Artinya, 100 persen sudah dimiliki Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat berada di Dumai, Provinsi Riau, Sabtu (1/6) kemarin. Indonesia berhasil mengakuisisi seluruh pengelolaan migas di Blok Rokan.
“Dumai di Provinsi Riau ini sudah 100 persen dimiliki oleh Pertamina, dimiliki oleh negara kita Indonesia, dan dikelola 100 persen oleh anak-anak bangsa sendiri,” ungkap Presiden Jokowi seperti dilansir dari laman resmi BPMI Setpres, Minggu (2/6).
Presiden menambahkan bahwa sejak dikelola oleh anak bangsa, produksi minyak di Blok Rokan mengalami peningkatan signifikan.
Jika sebelumnya saat dikelola Chevron Blok Rokan menghasilkan 130 ribu barel minyak per hari, maka setelah diambil alih Pertamina menjadi 162 ribu barel per hari.
“Dikerjakan oleh anak-anak kita sendiri, terjadi peningkatan dan itu positif,” imbuhnya.
Presiden Jokowi menetapkan target ambisius untuk meningkatkan produksi menjadi lebih dari 200 ribu barel per hari. “Saya memberikan target agar bisa di atas 200 ribu barel per hari,” kata Presiden.
Terkait strategi pencapaian target tersebut, Presiden menyatakan bahwa Pertamina telah mulai menggunakan teknologi baru yang menjanjikan. Menurutnya, teknologi tersebut telah diimplementasikan pada satu sumur dan menghasilkan produksi yang berlipat.
“Ini akan dikembangkan di sumur-sumur lain yang dipilih sehingga nantinya produksinya bisa meningkat secara signifikan,” terang Presiden.
Presiden menambahkan bahwa eksplorasi dengan teknologi baru ini akan dilanjutkan tahun ini dengan target dua atau tiga sumur baru pada tahun depan. “Tahun depan sudah mulai dua atau tiga sumur,” tutur Presiden, mengekspresikan optimisme terhadap kemajuan teknologi dan kemandirian energi nasional. (*)








