KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlaku mulai 28 Juli 2026 pukul 08.00 WITA hingga 29 Juli 2026 pukul 08.00 WITA.
Dalam rilis BMKG disebutkan, Samudra Hindia Selatan NTB berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter atau masuk kategori tinggi. Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, dan Selat Sape bagian selatan.
Adapun wilayah perairan lainnya seperti Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, Perairan Utara Sumbawa, dan Selat Sape bagian utara diprakirakan memiliki tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang yang mencapai 2 meter atau lebih, terutama di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia Selatan NTB.
Selain itu, BMKG mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan perlu waspada apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko saat angin melampaui 16 knot dan gelombang di atas 1,5 meter, sedangkan kapal ferry perlu meningkatkan kewaspadaan apabila angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Untuk kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, kondisi berbahaya dapat terjadi jika angin melebihi 27 knot dengan tinggi gelombang lebih dari 4 meter.
BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum melakukan aktivitas di laut.(*)








