KabarBaik.co, Jember – Memasuki hari ketujuh Operasi Ketupat Semeru 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus memperketat pemantauan di sejumlah titik strategis. Hingga Kamis sore (19/3), situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh pos pantau dilaporkan aman dan terkendali.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) melakukan patroli di lima pos utama, yakni Pos Alun-Alun, Pos Gumitir, Pos Tawang Alun, Pos Pondok Dalem, dan Pos Garahan.
“Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 15.00 WIB, nihil laporan kejadian bencana alam di wilayah Kabupaten Jember. Arus lalu lintas terpantau lancar dan aktivitas warga berjalan normal,” ujarnya.
Meski kondisi secara umum kondusif, BPBD memberikan catatan khusus terkait cuaca. Pada pukul 15.15 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai mengguyur sebagian wilayah kecamatan di Jember.
Hal ini sejalan dengan peringatan dini dari BMKG yang memprediksi adanya potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang hingga sore hari. Selain itu, kondisi tinggi gelombang di pesisir selatan Jember hari ini diprakirakan berada pada kategori sedang, yakni antara 1,25 hingga 2,5 meter.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung pada periode 11–20 Maret 2026,” tambahnya.
Kegiatan pemantauan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Kepala BPBD Jember serta Surat Undangan Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Semeru 2026.
Dalam pelaksanaannya, BPBD bersinergi dengan berbagai unsur, di antaranya, Kodim 0824 dan Polres Jember, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan dan Relawan dari Destana, RAPI, serta ORARI.
Bagi masyarakat yang menemui kondisi darurat atau terjadi bencana alam di wilayahnya, BPBD Jember meminta segera menghubungi Call Center Pusdalops melalui WhatsApp di nomor +62 851-1103-8166. (*)







