KabarBaik.co, Jombang— BPBD Jombang mulai bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu fenomena El Nino.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan surat edaran yang akan disebarkan hingga tingkat desa. Surat tersebut berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan edaran itu akan segera didistribusikan dalam waktu dekat.
“Sekitar pekan depan sudah mulai kami sebarkan ke kecamatan untuk diteruskan ke desa,” ujar Wiku, Selasa (21/4).
Wiku menjelaskan langkah ini diambil setelah pihaknya mengikuti koordinasi bersama Pemerintah Pemprov Jatim dan BMKG. Dari hasil pemaparan, potensi El Nino masih perlu diwaspadai meskipun diperkirakan tidak sekuat sebelumnya.
“Potensinya tetap ada, meski tidak separah yang dibayangkan. Tapi kami tetap diminta siaga,” katanya.
Menurut Wiku, wilayah rawan kebakaran di Jombang umumnya berada di kawasan perbukitan, seperti Kecamatan Wonosalam. Kondisi medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
“Medannya cukup berat, sehingga penanganannya tidak mudah,” ungkapnya.
Selain itu, BPBD juga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan rawan. Edukasi dinilai penting untuk mencegah kebakaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Sementara itu, Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang, Pepi Stevy Maria, menyebutkan kejadian karhutla terakhir terjadi pada 2023 di wilayah Wonosalam dengan luas terdampak sekitar 40 hektare.
Ia mengakui keterbatasan sarana masih menjadi kendala dalam penanganan kebakaran. Proses pemadaman masih banyak mengandalkan tenaga manual.
“Waktu itu sekitar 48 personel dikerahkan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas,” jelasnya.
Jika kebakaran tidak dapat dikendalikan, BPBD akan berkoordinasi dengan pemprov hingga BNPB untuk mendapatkan bantuan tambahan, termasuk pemadaman dari udara.
“Pada kejadian terakhir, sempat dilakukan pemadaman menggunakan helikopter dengan tiga kali penerbangan,” pungkas Pepi. (*)






