KabarBaik.co, Surabaya – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemerintah segera menyiapkan roadmap pembangunan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat keandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur. Upaya ini dinilai penting guna menjawab kebutuhan gas yang terus meningkat, baik untuk sektor industri, kelistrikan, maupun rumah tangga.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa keberadaan FSRU maupun fasilitas regasifikasi lainnya akan menjadi penopang utama pasokan gas berbasis LNG yang terintegrasi dengan jaringan pipa eksisting di wilayah Jawa Timur.
“FSRU berperan sebagai sumber pasokan tambahan yang fleksibel untuk meningkatkan keandalan penyaluran gas, khususnya di wilayah dengan kebutuhan besar seperti Jawa Timur,” ujar Wahyudi saat melakukan kunjungan kerja di Surabaya beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut membahas strategi penguatan sistem pasokan gas bumi regional, termasuk memantau penyaluran gas oleh PGN setelah dilakukannya planned shutdown dari pemasok untuk keperluan pemeliharaan (maintenance).
Menurut Wahyudi, kebutuhan gas bumi di Jawa Timur yang disalurkan melalui jaringan transmisi menunjukkan tren yang cukup tinggi. Rata-rata penyerapan gas di wilayah ini mencapai sekitar 413,88 BBTUD. Angka tersebut mencerminkan peran vital gas bumi dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus ketahanan energi di Jawa Timur.
“Dengan kebutuhan yang besar dan terus tumbuh, sistem pasokan gas harus diperkuat melalui diversifikasi sumber energi. LNG yang disalurkan melalui FSRU dapat menjadi buffer strategis untuk menjaga kontinuitas penyaluran gas kepada pelanggan,” jelasnya, Senin (2/2).
Lebih lanjut, Wahyudi menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur FSRU juga sejalan dengan upaya pemerataan energi dan program transisi energi nasional. Integrasi antara jaringan pipa dan pasokan LNG diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi gas yang lebih merata dan andal.
Dengan keandalan pasokan yang semakin terjaga, sektor industri di Jawa Timur diyakini akan semakin kompetitif. Ketersediaan energi yang stabil juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan ekosistem gas bumi yang berkelanjutan.
“Ke depan, sinergisitas seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pembangunan infrastruktur gas dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta dunia usaha,” pungkas Wahyudi.






