BPTD Pasang Kamera Long Range di Ketapang–Gilimanuk, Pantau Pergerakan Kapal hingga 25 Kilometer

oleh -57 Dilihat
IMG 20251224 WA0004
Kamera long range di pelabuhan, yakni Dermaga Bulusan Pelabuhan Ketapang

KabarBaik.co – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja (Wilker) Ketapang meningkatkan pengawasan aktivitas kapal di lintasan Selat Bali. Caranya dengan memasang kamera long range di dua sisi pelabuhan, yakni Dermaga Bulusan Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Korsatpel BPTD Wilker Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, mengatakan kamera tersebut mampu memantau pergerakan kapal hingga jarak 25 kilometer dari titik pemasangan. Sistem kamera itu terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS), sehingga posisi kapal dapat dipantau secara real time dan diarahkan langsung apabila terjadi kondisi darurat.

“Kamera ini terhubung dengan sistem AIS, sehingga posisi kapal bisa dipantau dan diarahkan langsung jika terjadi kondisi darurat,” kata Bayu.

Menurut Bayu, kamera long range tersebut mampu menampilkan tracking pergerakan kapal secara visual, termasuk dalam kondisi malam hari. Seluruh gambar yang dihasilkan akan dikirim ke menara Local Port Service (LPS) untuk mendukung pemantauan lalu lintas penyeberangan di Selat Bali.

Ia menjelaskan, teknologi kamera yang dilengkapi fitur thermal itu diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas kepada petugas, khususnya saat terjadi insiden di perairan. Dengan sistem ini, petugas dapat mengetahui secara pasti titik posisi kapal apabila terjadi keadaan darurat.

“Pemantauannya bahkan bisa melihat kendaraan yang melintas di Pelabuhan Gilimanuk. Sekarang sudah dioperasikan untuk memaksimalkan pengawasan di Selat Bali dan dilengkapi teknologi thermal agar bisa melihat di malam hari,” tegasnya.

Pemasangan kamera ini dinilai semakin penting seiring meningkatnya intensitas penumpang dan kendaraan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Bayu menyebut, hingga H-3 Natal, arus kendaraan menuju Bali cenderung ramai pada sore hingga malam hari.

“Biasanya kendaraan mulai meningkat sejak pukul 15.00 dan terus bertambah hingga pagi hari,” ujarnya.

Selain kendaraan pribadi dan mobil kecil, truk pengangkut bahan pangan dan logistik juga masih terus menyeberang selama periode Nataru. Kondisi tersebut mendorong petugas untuk memperketat pengawasan demi memberikan rasa aman bagi pengguna jasa angkutan penyeberangan.

Bayu menambahkan, dibandingkan hari normal, peningkatan jumlah kendaraan saat ini berada di kisaran 20 persen dan diperkirakan belum mencapai puncak. Biasanya, puncak arus Natal mengalami kenaikan 30 hingga 40 persen dari kondisi normal.

“Kecenderungan kedatangan kendaraan penumpang terjadi sore hingga malam hari. Pagi hari relatif lengang, sementara kendaraan logistik masih cukup banyak. Dengan kamera ini, pengawasan terhadap seluruh kapal yang beroperasi di Selat Bali akan semakin jelas,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.