Bupati Malang Sebut Dividen Bank Jatim Jadi Sumber Pembiayaan Alun-alun Kepanjen

oleh -107 Dilihat
IMG 20260511 WA0051
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, saat meninjau lokasi rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Bupati Malang, Muhammad Sanusi, memastikan pembangunan Alun-alun Kepanjen akan mulai diproses pada 2027 mendatang. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 150 miliar itu bakal dibiayai melalui kerja sama dengan Bank Jatim.

Menurut Sanusi, sumber pembiayaan pembangunan berasal dari dividen saham milik Pemerintah Kabupaten Malang di Bank Jatim yang setiap tahun nilainya mencapai sekitar Rp 13,8 miliar.
“Setiap tahun kami menerima dividen sekitar Rp 13,8 miliar,” ungkap Sanusi, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, anggaran tersebut nantinya digunakan untuk proses pembebasan lahan hingga pembangunan fisik kawasan alun-alun. Pemerintah daerah juga menyiapkan konsep kawasan yang dilengkapi rest area dan fasilitas bagi pelaku UMKM.

“Selain pembangunan alun-alun, di sana juga akan disiapkan lapak untuk UMKM dari 33 kecamatan,” ujarnya.

Sanusi menambahkan, lokasi pembangunan Alun-alun Kepanjen kini bergeser ke kawasan Stadion Kanjuruhan. Sebagian lahan merupakan aset milik Pemkab Malang, sedangkan sebagian lainnya masih memerlukan pembebasan lahan.

Sebelumnya, pembangunan alun-alun sempat direncanakan berada di belakang Kantor Bupati Malang. Namun, pemerintah daerah memutuskan memindahkan lokasi pembangunan ke kawasan Stadion Kanjuruhan agar pengembangan kawasan menjadi lebih terintegrasi.

“Pembangunan Alun-alun Kepanjen diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik baru bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal,” tegas Sanusi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.