Bupati Sidoarjo Respons Keluhan Warga Terdampak Lapindo, PDAM Siap Kirim Bantuan Air Bersih

oleh -118 Dilihat
Suasana Dusun Gempolsari, Sidoarjo yang hidup beriringan dengan tanggul lumpur Lapindo. (Achmad Adi Nurcahya)
Suasana Dusun Gempolsari, Sidoarjo yang hidup beriringan dengan tanggul lumpur Lapindo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Warga terdampak Lumpur Lapindo di Dusun Pologunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo kembali menaruh harapan pada pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih.

Selama hampir dua dekade terakhir setelah tragedi lumpur Lapindo, kualitas air sumur warga terus memburuk sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga harus membeli air bersih setiap hari. Padahal sebelum semburan lumpur terjadi pada 2006 silam, air sumur menjadi sumber utama yang digunakan warga untuk memasak, mandi, mencuci, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Bantuan air bersih sempat diberikan kepada warga, namun program tersebut diketahui berhenti pada tahun 2024 sehingga beban masyarakat kembali bertambah.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo siap menyalurkan bantuan air bersih melalui PDAM. Ia juga mengaku akan segera mengecek kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan PDAM agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.

“Kalau memang membutuhkan air bersih, nanti kita kirim dari PDAM. Kita kirim tangki dan lain-lain, kita siapkan,” ujar Subandi, Minggu (31/5).

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin warga yang masih terdampak Lumpur Lapindo kesulitan mendapatkan akses air bersih. Karena itu, langkah cepat akan dilakukan setelah kebutuhan masyarakat dipastikan di lapangan.

“Kita coba nanti kita cek. Kalau itu dibutuhkan ya kita siapkan hari ini. Nanti PDAM kita telepon, biarkan nanti tangki-tangki itu untuk menyiapkan di sana,” katanya.

Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo akan berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang hingga kini masih merasakan dampak bencana Lumpur Lapindo.

“Kita banyak, barangkali ada warga kita yang kesulitan air, ya kita siapkan. Tapi hari ini nanti kita siapkan. Coba nanti kita telepon PDAM,” tegasnya.

Diketahui, air sumur di Dusun Polo gunting telah berubah menjadi asin, berwarna kekuningan, dan mengeluarkan bau tidak sedap sejak semburan Lumpur Lapindo terjadi. Kondisi tersebut membuat air sumur tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di Dusun Polo gunting sendiri terdapat sekitar enam RT dengan rata-rata 60 rumah di setiap RT. Hampir seluruh warga mengalami persoalan serupa terkait kualitas air sumur, sehingga bantuan air bersih dari pemerintah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.