Cegah Kebakaran Kapal Kembali Terjadi, KSOP Tanjungwangi Keluarkan Imbauan Keselamatan

oleh -134 Dilihat
IMG 20260813 WA0013 scaled
KSOP Tanjungwangi tidak ingin kebakaran kapal terjadi kembali. (Foto: Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Banyuwangi – KSOP Tanjungwangi meminta perusahaan pelayaran di lintas Jawa-Bali memperketat keselamatan pelayaran. Imbauan itu dikeluarkan menyusul terjadinya kebakaran kapal penyeberangan dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala KSOP Tanjungwangi, Purgana mengatakan, imbauan ditujukan kepada nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan operator kapal. Mereka diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran selama pelayaran.

“Imbauan kami sampaikan kepada nakhoda, anak buah kapal, dan operator pemilik kapal. Imbauan kami berikan mengingat belakangan ini terjadi musibah kebakaran kapal di wilayah pelayaran Indonesia,” kata Purgana, Kamis (13/8).

Setidaknya dua kasus kebakaran kapal penyeberangan terjadi selama Agustus 2026. KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8), yang menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sejumlah orang masih dalam pencarian.

Terbaru, KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran di lintas Padangbai-Lembar, Rabu (12/8). Hingga siang, seorang penumpang dilaporkan meninggal dunia.

Purgana mengatakan, operator kapal diminta membuat cargo declaration terhadap muatan yang dibawa mobil, truk, maupun sepeda motor yang naik kapal. Pemeriksaan juga harus dilakukan untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang ikut diangkut.

“Kami juga meminta operator memastikan kembali kondisi kamar mesin. Instalasi listrik, selang bahan bakar, dan saringan harus diperiksa,” ujarnya.

ABK juga diminta memastikan tidak ada tumpahan oli maupun solar di kamar mesin serta memantau suhu mesin selama pelayaran. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti merokok dan penggunaan kompor tanpa pengawasan, juga harus dicegah.

Selain itu, seluruh peralatan keselamatan kebakaran wajib dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Di antaranya alat pemadam api ringan (APAR), pompa dan hydrant kebakaran, alarm serta detektor asap, sekoci, dan jalur emergency exit.

KSOP juga meminta operator memperkuat jaga ronda api, rutin melakukan latihan penanggulangan kebakaran, dan memastikan kapal tidak mengalami kelebihan muatan.

“Kami mengajak agar seluruh pihak mematuhi Standard Marine Communication Phrases. Kami juga akan melakukan inspeksi mendadak sewaktu-waktu untuk memastikan hal tersebut,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.