KabarBaik.co, Gresik – DPRD Gresik akan memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait problematika pelanggaran norma susila sebagai tindak lanjut atas aspirasi Forum Peduli Gresik (FPG).
Langkah itu diambil setelah forum yang beranggotakan para habib, kiai, ustaz, dan tokoh masyarakat tersebut menyampaikan keresahan terhadap maraknya berbagai persoalan sosial di Kabupaten Gresik.
Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengatakan, pihaknya menerima audiensi FPG pada Senin (27/7). Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan menjadi sorotan, mulai dari dugaan peredaran narkoba, keberadaan warung remang-remang atau warung pangku yang dinilai melanggar norma susila, hingga temuan pekerja yang disebut positif HIV maupun penyalahgunaan narkotika.
Menurut Syahrul, berbagai persoalan tersebut menjadi perhatian karena dinilai dapat menggerus identitas Gresik yang selama ini dikenal sebagai Kota Wali sekaligus Kota Santri.
“Terkait hal ini, insyaAllah hari Rabu besok (29 Juli 2026), kami akan memanggil beberapa pihak yang terlibat dengan adanya dugaan serta tindakan pelanggaran/penyimpangan norma susila serta OPD terkait,” ujar Syahrul dalam keterangannya, Selasa (28/7).
Politisi muda yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu menjelaskan, FPG dibentuk atas dasar keresahan masyarakat terhadap meningkatnya pemberitaan bernuansa negatif mengenai Gresik. Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar citra daerah sebagai Kota Santri tetap terjaga.
Audiensi tersebut dihadiri Habib Hasan bin Abdullah Assegaf beserta jajaran FPG. Dalam pertemuan itu, Habib Hasan meminta pemerintah memperkuat pengawasan dan pembinaan agar Gresik tidak kehilangan identitasnya sebagai Kota Santri.
Selain itu, FPG juga menilai muncul paradoks ketika julukan Kota Santri dinilai mulai bertolak belakang dengan berbagai persoalan sosial yang berkembang belakangan ini.
Menanggapi masukan tersebut, Syahrul mengapresiasi peran FPG yang dinilai membantu DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
“Saya mewakili DPRD Gresik turut mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Forum Peduli Gresik yang telah membantu kami untuk mengawasi Gresik sebagaimana seharusnya dalam menjalankan fungsi legislasi,” katanya.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan sosial membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, serta masyarakat.
“Elemen-elemen rakyat seperti salah satunya FPG inilah yang kemudian menjadi tenaga bagi kami untuk dapat bergerak sesuai dengan koridor yang dituju,” tutup Syahrul.(*)






