Dampak Harga BBM Naik, Dewan Minta Pemkot Blitar Lebih Efisien

oleh -169 Dilihat
SPBU Kota Blitar. (Calvin Bt)
SPBU Kota Blitar. (Calvin Bt)

KabarBaik.co, Blitar – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex dinilai berpotensi memicu inflasi di daerah. Dampaknya diperkirakan akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang tidak bisa beralih ke BBM subsidi.

Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim, menilai kenaikan harga tersebut cukup signifikan dan berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, kenaikannya cukup terasa. Ini berpotensi memicu inflasi karena banyak kendaraan yang tidak bisa menggunakan BBM subsidi,” ujarnya, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan, khusus kendaraan berbahan bakar diesel, pilihan masyarakat menjadi semakin terbatas. Selisih harga antara solar subsidi dengan Dexlite maupun Pertamina Dex dinilai cukup tinggi.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik per 18 April, Pertamina Dex Tembus Rp 23.900 per Liter

“Kalau bensin masih ada alternatif, tapi untuk solar ini lebih sulit karena selisih harganya cukup jauh,” jelasnya.

Menurutnya, dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga pemerintah daerah, terutama pada anggaran operasional kendaraan dinas. Karena itu, DPRD mendorong adanya efisiensi penggunaan BBM di lingkungan pemerintahan.

“Operasional harus lebih efisien. Kegiatan di dalam kota yang tidak terlalu mendesak bisa diupayakan tanpa kendaraan,” katanya.

Ia menambahkan, efisiensi bisa dilakukan dengan memanfaatkan alternatif transportasi yang lebih hemat, termasuk kendaraan listrik atau moda lain yang memungkinkan.

Meski demikian, ia menegaskan efisiensi tidak boleh mengganggu pelayanan publik. Kegiatan yang membutuhkan kehadiran di lapangan tetap harus berjalan.

“Efisiensi bukan berarti mengurangi kinerja. Yang penting tetap berjalan, tapi penggunaannya lebih bijak,” tegasnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Kondisi global juga berpengaruh. Maka kebijakan daerah harus bisa menjaga agar ekonomi tetap stabil,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.