KabarBaik.co, Jakarta – Peluang bagi para kreator Indonesia kian terbuka lebar di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Namun, tantangan yang kini dihadapi bukan lagi soal akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut menjadi karya yang bernilai dan membuka peluang ekonomi.
Berangkat dari kebutuhan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe menjalin kolaborasi untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mengubah kreativitas menjadi peluang nyata melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI.
Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan masing-masing pihak. Kemenekraf memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, Indosat menghadirkan jangkauan dan program pemberdayaan generasi muda, sementara Adobe menyediakan berbagai perangkat kreatif, kurikulum pembelajaran, hingga program monetisasi bagi kreator.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kreativitas masyarakat Indonesia merupakan fondasi penting dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, teknologi AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.
“Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar,” ujarnya, Rabu (17/6).
Riefky menilai kemitraan antara pemerintah dan industri menjadi langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang relevan sekaligus meningkatkan daya saing mereka di tingkat global.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang dijalankan Kemenekraf. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, serta keterampilan yang dibutuhkan industri kreatif masa depan.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan Indonesia memiliki talenta kreatif yang sangat besar. Menurutnya, yang dibutuhkan generasi muda saat ini adalah akses terhadap perangkat, keterampilan, dan kesempatan yang tepat.
“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka maupun komunitasnya,” kata Vikram.
Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe David Wadhwani menilai komunitas kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat global. Karena itu, Adobe ingin menghadirkan lebih banyak akses bagi para kreator untuk belajar, berkarya, hingga memperoleh penghasilan dari hasil kreativitas mereka.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memberikan akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan bagi pelanggan Indosat. Selain itu, tersedia pula berbagai materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
Melalui program tersebut, pelanggan dapat mempelajari berbagai keterampilan baru, mulai dari pembuatan konten digital, komunikasi visual, storytelling, hingga pemanfaatan AI dalam proses kreatif. Tak hanya itu, Adobe juga memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk meluncurkan program monetisasi kreator Adobe Express. Program ini memungkinkan kreator menghasilkan pendapatan melalui template yang mereka buat dan digunakan oleh pengguna lain.
Kreator yang terpilih nantinya juga berkesempatan menampilkan karya mereka dalam IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia. Kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka akses terhadap jaringan industri, calon mitra, hingga peluang kolaborasi baru.
Di sisi lain, Indosat melalui platform pemberdayaan generasi muda GENSi (Generasi Terkoneksi) akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program. Setelah menjangkau lebih dari 10.000 anak muda melalui berbagai pelatihan digital, tahun ini GENSi menargetkan dapat memberdayakan sedikitnya 15.000 generasi muda di berbagai daerah.
Melalui jaringan komunitas dan program pelatihan yang dimiliki, GENSi akan membantu anak muda memahami cara memanfaatkan peluang di era digital, memperkuat eksistensi di ruang digital, serta mengembangkan karya yang mampu memberikan dampak sosial maupun ekonomi.
Ke depan, Kemenekraf, Indosat, dan Adobe juga akan mengintegrasikan berbagai pelatihan dan perangkat kreatif ke dalam program ECHOES. Langkah ini diharapkan dapat membantu semakin banyak generasi muda mengembangkan kemampuan di bidang desain, komunikasi visual, storytelling digital, hingga pembuatan konten berbasis AI.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta karya yang bernilai. Dengan dukungan perangkat, pelatihan, dan ekosistem yang tepat, kreativitas diharapkan dapat berkembang menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi masa depan. (*)






