Dari Teror Sarinah hingga Gempa Lombok, Jejak Kombes Dewa Wijaya Jadi Sorotan

oleh -188 Dilihat
IMG 20260529 WA0010
Kombes Pol Dewa Wijaya. (Foto: Arief Rahman)

KabarBaik.co, Mataram – Nama Kombes Pol Dewa Wijaya kembali menjadi perhatian publik. Rekam jejaknya di kepolisian tidak hanya diwarnai operasi penegakan hukum berisiko tinggi, tetapi juga aksi kemanusiaan saat bencana besar melanda Indonesia.

Perwira menengah Polri itu dikenal sebagai sosok lapangan dengan pengalaman panjang di bidang antiteror, reserse kriminal, hingga operasi penyelamatan. Kariernya membentang dari dunia penerbangan kepolisian hingga penanganan kasus-kasus besar di Polda Metro Jaya.

Salah satu momen yang paling membekas adalah saat tim yang dipimpinnya dari jajaran Pol Airud ikut terlibat dalam penanganan serangan teror di kawasan Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016 silam. Operasi tersebut menjadi salah satu aksi antiteror paling menegangkan yang pernah terjadi di ibu kota dan menyita perhatian nasional.

Sebelum aktif di bidang reserse, Dewa Wijaya lebih dulu dikenal sebagai bagian dari tim khusus Polisi Udara. Ia menempuh pendidikan penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara dan menjalani berbagai latihan intensif, termasuk penugasan di wilayah konflik.
Pengalaman itu membentuk karakter kepemimpinannya di lapangan.

Saat bergabung di Polda Metro Jaya, ia beberapa kali dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim dan menangani beragam kasus kejahatan umum maupun kejahatan khusus. “Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujar Kombes Pol Dewa Wijaya.

Namun kiprah Dewa Wijaya tidak berhenti pada penegakan hukum. Saat gempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok pada Agustus 2018, namanya kembali mencuat karena memimpin langsung operasi evakuasi ribuan wisatawan dari kawasan tiga gili.

Kala itu, sebagai Kasatrolda Pol Air Polda NTB, ia mengoordinasikan pengerahan kapal-kapal polisi untuk mengevakuasi wisatawan domestik maupun mancanegara dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menuju Pelabuhan Bangsal.

Dalam situasi penuh kepanikan akibat gempa susulan, lebih dari 2.700 wisatawan berhasil dievakuasi. Sikap tenang Dewa Wijaya saat menenangkan wisatawan yang panik menjadi sorotan media nasional hingga internasional. “Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” katanya.

Tak lama setelah bencana, ia juga menginisiasi berdirinya Yayasan NTB Bersatu untuk membantu penyaluran bantuan sosial dan pemulihan masyarakat terdampak gempa di Lombok.

Dengan pengalaman di bidang antiteror, kriminal, penerbangan, dan kemanusiaan, Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan dengan kombinasi ketegasan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang kuat. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.