Daya Beli Kelas Menengah Turun, Hemat Grocery Jadi Opsi Pintar

oleh -93 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 29 at 11.13.32 AM
Distributor telur di Pasar Bendul Merisi Surabaya (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Jakarta– Harga beberapa kebutuhan belak naik seiring pelemahan mata uang Rupiah. Banyak keluarga kelas menengah yang biasa belanja bulanan nyaman di supermarket mulai merasakan “tekanan” di dompet.

Laporan dari berbagai lembaga menunjukkan jumlah kelas menengah Indonesia menyusut, dengan jutaan orang terancam turun kelas ke rentan miskin akibat daya beli yang terus tergerus. Padahal, selama ini mereka penyokong utama perputaran ekonomi karena jumlahnya mayoritas

Pertumbuhan ekonomi Q1 2026 memang disebut mencapai 5,61 persen, tapi di lapangan, masyarakat merasakan betul hal berbeda. Upah riil relatif stagnan, sementara biaya hidup terutama kebit pokok mulai melonjak. Hasilnya? Pola konsumsi berubah. Orang mulai beralih dari belanja impulsif ke hemat grocery yang lebih cerdas.

Dari data Mandiri Institute dan UGM, jumlah kelas menengah turun sekitar 1,2 juta orang dalam waktu singkat. Banyak yang “nyaris miskin” setelah kenaikan biaya pendidikan, kesehatan, rumah, dan transportasi. Selain itu, ancaman PHK dan suku bunga naik seperti cicilan KPR dan kredit konsumsi semakin memberatkan.

Namun, di tengah tekanan itu, bukan berarti harus hidup pelit total. Banyak yang kini memilih smart saving di grocery sebagai langkah pertama yang paling mudah dilakukan. Tips hemat grocery yang sedang happening dan efektif:

  1. Buat Meal Plan Mingguan: Rencanakan menu 7 hari sebelum belanja. Ini mengurangi pembelian impulsif dan food waste. Fokus pada bahan murah musiman.
  2. Belanja di Pasar Tradisional + Promo Supermarket: Sayur & daging lebih murah di pasar (bisa nawar!). Untuk barang kering (beras, minyak, sabun), kejar promo member Indomaret/Alfamart/Super Indo.
  3. Bulk Buying yang Bijak: Beli beras, gula, dan minyak dalam jumlah besar saat ada diskon. Tapi jangan berlebihan sampai kadaluarsa.
  4. Pilih Generik & Lokal: Susu generik, bumbu rumah tangga, atau sayur lokal sering sama bagusnya tapi 20-40% lebih murah
  5. Food Prep & Zero Waste: Masak batch di akhir pekan, simpan di freezer. Sisa sayur bisa jadi tumisan atau sup besok harinya.
  6. Manfaatkan Aplikasi & Cashback: Banyak promo eksklusif via app. Bayar pakai e-wallet yang lagi kasih cashback.

Kini, banyak keluarga di Surabaya dan kota besar lain kini pakai aturan 50-30-20 yang dimodifikasi. Maksudnya, 50 persen kebutuhan pokok, 30 persen keinginan, 20 persen tabungan atau binvestasi.

Turunnya daya beli kelas menengah memang sinyal yang perlu diwaspadai pemerintah. Tapi di sisi pribadi, hemat grocery bisa jadi langkah empowering. Bukan cuma menghemat uang, tapi juga melatih disiplin keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.