KabarBaik.co, Banyuwangi – Delapan dewa-dewi dari berbagai klenteng di Indonesia dikumpulkan di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi. Patung dikumpulkan untuk kemudian untuk sembayang bersama pada Jumat (17/4).
Seluruh patung dewa-dewi tersebut ditempatkan di altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin sebagai tuan rumah. Didatangkannya patung dewa-dewi dari berbagai klenteng ini merupakan kali pertama di Kabupaten Banyuwangi. Tradisi ini disebut sering digelar di klenteng-klenteng lain di wilayah Jawa Tengah.
Alexander, pengurus Kelenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, mengatakan, kedatangan para patung dewa-dewi disambut oleh seluruh pengurus klenteng. Patung dewa-dewi itu dikirim oleh pengurus masing-masing klenteng ke Banyuwangi.
“Rupang-rupang itu berasal dari klenteng dari berbagai daerah. Seperti Jember, Lombok, Madiun, Pamekasan, Bangkalan, dan Surabaya,” sambung dia.
Alexander mengatakan, kedatangan patung dewa-dewi itu ke Banyuwangi dalam rangka Hari Ulang Tahun klenteng yang ke-242.
“Sebenarnya hari peringatannya sudah lewat, yaitu setelah perayaan bulan Maret. Namun karena waktunya berdekatan dengan kegiatan lain, perayaannya diundur ke bulan April,” sambung Alexander.
Menurut dia, perayaan hari jadi klenteng dengan mendatangkan patung dewa-dewi merupakan kegiatan spesial.
“Biasanya acara seperti ini hanya berupa peribadatan biasa, di mana tamu datang tanpa membawa rupang. Namun tahun ini diadakan konsep “euni kimsin, yaitu setiap kelenteng membawa rupangnya masing-masing,” ujar dia.
Menurut Alex, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antar pengurus dan umat dari berbagai klenteng.
“Jika biasanya mereka hanya datang sehari, kali ini mereka bisa berkumpul lebih lama, sembahyang bersama, dan saling mengenal lebih dekat,” ujarnya.
Pihaknya berharap, kegiatan ini akan memunculkan hubungan harmonis antar pengurus klenteng di berbagai daerah berbeda.
“Selain itu, melalui kegiatan ini, setiap klenteng bisa saling mengenal pujaan utama masing-masing. Misalnya, ada kelenteng yang memuja Tan Hu Cin Jin, ada juga yang memuja Dewi Kuan Im, dan lainnya,” ujar dia.







