KabarBaik.co – Menginjak usianya yang ke 23 tahun, Pemkot Batu terus berupaya mempertahankan julukan Kota Batu sebagai Kota Apel. Walaupun saat ini pertumbuhan tanaman buah apel tidak subur seperti beberapa tahun lalu. Bahkan bisa dikatakan hampir punah.
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menyatakan, Dinas Pertanian Kota Batu telah melibatkan perguruan tinggi untuk melakukan riset terkait tanaman apel. “Dari hasil riset untuk tanaman buah apel itulah nanti akan kita kaji,” ujar Aries saat berada di MPP Kota Batu, Kamis (17/10).
Dari hasil kajian tersebut, lanjut Aries, nantinya dia bisa diketahui apa saja yang harus dilakukan Pemkot Batu dalam menangani tanaman apel. Apakah penyebabnya karena faktor alam atau karena tanah atau ada faktor lainnya. “Nah, kita butuh hasil kajian itu dulu kalau kita mau menentukan. Tanpa hasil kajian atau riset kan percuma saja,” ungkapnya.
Menurut Aries, selama ini buah apel sudah menjadi ikon Kota Batu yang dikenal secara nasional. “Kita tidak akan meninggalkan buah apel, karena ini sudah menjadi komitmen kita,” tegas Aries.
Aries menyatakan, Pemkot Batu tengah berupaya melindungi kekhasan dan kualitas apel Kota Batu dengan mendaftarkan indikasi geografis (IG). Hanya saja masih terkendala beberapa hal dalam proses pendaftaran IG Apel Kota Batu.
“Sejumlah kendala yang menghambat proses pendaftaran IG Apel Kota Batu, di antaranya belum tercapainya kesepakatan mengenai kepemilikan IG. Juga belum lengkapnya persyaratan administratif dan kurangnya keterlibatan seluruh petani apel,” papar Aries.
Aries mengatakan, IG untuk melindungi kekhasan dan kualitas apel Kota Batu serta meningkatkan nilai ekonomis bagi petani sangat penting. Hanya saja proses pendaftaran IG membutuhkan kerjasama yang baik seluruh pihak yang berkepentingan.
“IG Apel Kota Batu memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk lokal. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, kita perlu menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada saat ini,” tutur Aries.
Terlebih, apel adalah produk unggulan yang bernilai ekonomis. Dengan mendapatkan perlindungan IG, apel akan menjadi faktor naiknya perekonomian masyarakat terutama petani apel.
”Jika kita tidak menjaga dan mengembangkan potensi apel, maka kita akan kehilangan peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Kota Batu,” pungkasnya. (*)






