KabarBaik.co, Surabaya – Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya tengah bersiap menggelar hajatan besar. Menyambut usia ke-65 tahun, UK Petra Surabaya siap menggelar rangkaian acara megah bertajuk ‘Onward to 65 Petra Christian University’.
Perayaan ini bakal diramaikan oleh ribuan alumni dari 55 negara hingga aksi ‘borong’ area mal papan atas di Surabaya.
Salah satu puncak kemeriahan yang paling dinanti adalah Petra Network Business & Education Fair. Acara ini akan digelar selama empat hari berturut-turut di Galaxy Mall 1, 2, dan 3 Surabaya.
Rektor UK Petra, Prof. Dr.(H.C.) Ir. Rolly Intan mengungkapkan bahwa pihak kampus benar-benar all out dalam acara ini dengan memesan area pameran yang sangat luas.
“Teman-teman panitia sudah memesan kurang lebih 6.000 meter persegi di Galaxy Mall. Atrium 1, 2, dan 3 diborong semua. Nanti selama empat hari dari pagi sampai malam, akan ada penampilan non-stop dari mahasiswa, mulai dari konser hingga pertunjukan band,” ujar Prof. Rolly saat berbincang dengan awak media, Jumat (29/5).
Ketua Umum Onward to 65, Teddy Salim, menambahkan bahwa pameran ini ditargetkan menjadi motor penggerak ekonomi bagi ekosistem alumni. Sekitar 80 persen stan yang berpartisipasi dikurasi khusus untuk bisnis milik Petranesian (sebutan untuk komunitas UK Petra), mulai dari brand otomotif, kesehatan, hingga industri manufaktur.
Uniknya, selain business matching dan business talk, acara ini juga menyediakan sesi speed dating bagi para alumni yang masih lajang.
“Kami ada program speed dating juga. Kami mencoba menjodohkan alumni, masa dari 55.000 alumni masih ada yang belum ketemu jodohnya? Kami ingin menunjukkan bahwa setelah lulus, alumni Petra tidak hanya membawa ijazah, tapi mampu menggerakkan roda ekonomi dan membangun ekosistem yang kuat,” seloroh Teddy sembari tersenyum.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Institusi/OIA UK Petra, Dr. Meilinda, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan jejaring alumni di seluruh dunia, termasuk yang menetap di Amerika Serikat, Australia, hingga Inggris.
“Kami sudah memberikan bocoran kecil kepada mereka. Kehadiran mereka di kampus sangat dinanti agar bisa berbagi cerita hidup, perjuangan karir, dan pengalaman internasional kepada adik-adik tingkatnya di Surabaya,” tutur Meilinda.
Antusiasme alumni bahkan sudah terlihat dari perwakilan luar kota seperti Jakarta, Semarang, dan Samarinda yang menyatakan siap hadir pada bulan September mendatang.
Sinergi lintas generasi ini sebenarnya sudah mulai dipanaskan melalui olahraga golf. Ketua 1 Onward to 65, Christian Boby Widjaja, menceritakan bagaimana lapangan golf menjadi ruang diskusi yang sangat cair antara alumni senior dan mahasiswa aktif.
“Dalam satu mobil golf (buggy car), kami sengaja mengatur formasinya agar diisi oleh lintas generasi. Ada alumni lulusan tahun 1971, digabung dengan lulusan 2007, 2009, hingga mahasiswa aktif angkatan 2024. Selama bermain berjam-jam, di situlah terjadi pertukaran cerita hidup dan informasi. Hubungan yang tadinya kaku menjadi terkoneksi kembali,” jelas Boby.
Turnamen golf ini dijadwalkan mentas pada 15 Agustus mendatang dan direncanakan menjadi agenda tahunan resmi di Surabaya guna menjaring bibit atlet muda berprestasi.
Tingginya keaktifan alumni ini rupanya tidak lepas dari sistem pendidikan ketat yang diterapkan UK Petra sejak bangku perkuliahan. Prof. Rolly Intan menegaskan bahwa kampus tidak hanya mengasah nilai akademik atau IPK semata.
UK Petra menerapkan sistem wajib berbasis Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan (SKK) yang mengharuskan mahasiswa aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau organisasi kampus. Jika SKK tidak terpenuhi, mahasiswa dilarang mengikuti prosesi wisuda.
“Berdasarkan data tracer study kami, mahasiswa dengan IPK tinggi belum tentu sukses di masyarakat jika tidak memiliki soft skill. Justru mereka yang aktif di kampus, yang ikut UKM, lebih mudah beradaptasi dan sukses. Kami tidak ingin mahasiswa kami menjadi tipe ‘kupu-kupu’—kuliah pulang, kuliah pulang,” tegas Rektor.
Guna mendukung ekosistem tersebut, UK Petra saat ini mengelola hampir 40 UKM, mulai dari olahraga hingga seni tradisional. Kampus juga menyediakan berbagai skema beasiswa penuh bagi mahasiswa berbakat, khususnya para atlet minimal di tingkat regional, agar mereka dapat terus mengharumkan nama almamater di kancah nasional maupun internasional. (*)








