KabarBaik.co, Sidoarjo – Fenomena kemarau panjang yang diprediksi lebih ekstrem dari biasanya hingga dijuluki ’Godzilla El Nino’ mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Kondisi cuaca ekstrem tersebut dikhawatirkan berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air di sejumlah wilayah.
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo pun mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna meminimalisir dampak kekeringan yang diprediksi lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo Eni Rustianingsih menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama Dinas PUBMSDA untuk menjaga kestabilan debit air sungai selama musim kemarau berlangsung.
“Kami berkolaborasi dengan teman-teman PUBMSDA untuk mengantisipasi kebersihan sungai dan mengamankan debit air sungai selama musim kemarau,” ujar Eni Rustianingsih kepada KabarBaik.co, Senin (11/5).
Selain melakukan koordinasi antarinstansi, Dinas Pertanian dan Peternakan Sidoarjo juga mengoptimalkan peran penyuluh pertanian lapangan. Para penyuluh yang merupakan ASN pusat tersebut diterjunkan untuk memantau langsung wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
“Kami mengoptimalkan penyuluh di lapangan untuk koordinasi di wilayah yang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau bersama PUBMSDA dan Balai Besar Brantas, Kami juga menyiapkan pompa-pompa air,” tambahnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas pertanian agar tetap stabil meski menghadapi ancaman Godzilla El Nino berkepanjangan.
Tidak hanya mengandalkan pengairan manual, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan dukungan teknologi untuk membantu petani menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini.
Menurut Eni Rustianingsih, pihak BMKG juga berjanji akan membantu memberikan dukungan teknologi serta informasi cuaca guna mengurangi dampak kemarau panjang terhadap sektor pertanian di Kabupaten Sidoarjo.(*)








