KabarBaik.co – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) bagi seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Malang Raya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium SMAN 5 Malang dan dihadiri para kepala sekolah serta komite sekolah. Aries menegaskan bahwa pendidikan yang bemartabat harus dimulai dari tata kelola yang bersih dan transparan.
“Saya berharap seluruh kepala sekolah semakin tertib dan menjaga akuntabilitas dalam setiap pelaporan keuangan, baik dana BOS, BPOPP, maupun peran serta masyarakat (PSM). Semua harus dikelola dengan baik, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Selain itu, Aries juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan, keindahan, dan kerapian lingkungan sekolah. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih menjadi cerminan kepemimpinan yang kuat serta berdampak pada semangat belajar siswa.
“Sekolah yang bersih mencerminkan kepemimpinan yang kuat. Keindahan dan kerapian lingkungan sekolah menumbuhkan semangat belajar dan kebanggaan bagi siswa maupun guru,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, seluruh kepala sekolah di bawah koordinasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang–Kota Batu dan Kabupaten Malang menandatangani Pakta Integritas Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan satuan pendidikan yang berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bersih. “Kita ingin dunia pendidikan menjadi contoh birokrasi yang jujur dan melayani. Sekolah hebat bukan karena bangunannya megah, tapi karena pemimpinnya berintegritas dan gurunya penuh cinta,” tegas Aries.
Pencanangan Zona Integritas ini menjadi bagian dari langkah Dindik Jatim memperluas budaya transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima di seluruh jenjang pendidikan menengah. Program tersebut juga sejalan dengan visi “Gerbang Baru Pendidikan Jawa Timur” menuju SDM Unggul dan Berkarakter 2045. (*)







