KabarBaik.co, Surabaya – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kompleks pergudangan Bulog Banjarkemantren, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/4).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan secara langsung kondisi dan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dikelola Bulog. Dalam agenda itu, turut hadir Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto serta Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu A.
Dalam peninjauan tersebut, Rizal menegaskan bahwa stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi kuat. Berdasarkan data terbaru, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog telah mencapai 4,9 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia—dan ditargetkan segera menembus 5 juta ton.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen kami menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan stok pangan nasional. Kami membuka akses seluas-luasnya agar publik dapat melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Rizal.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah keterbukaan yang dilakukan Bulog. Ia menilai pelibatan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, akademisi, hingga pakar dalam pengecekan stok menjadi upaya penting membangun kepercayaan publik.
“Saya melihat langsung bagaimana Bulog bekerja secara transparan. Ini penting untuk membangun trust publik karena ada cross check dari berbagai unsur masyarakat,” kata Amran.
Pemerintah, lanjut Amran, juga terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi tantangan ke depan, termasuk dampak fenomena El Nino. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem irigasi dan pelaksanaan berbagai program strategis lainnya.
Kunjungan ini menegaskan sinergi pemerintah dan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan serta memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
Bulog pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah yang profesional, transparan, dan akuntabel.(*)






