KabarBaik.co, Jember – Komisi B DPRD Jember memberikan perhatian serius terhadap distribusi solar bersubsidi yang diperuntukkan bagi para petani dan nelayan.
Pengawasan ketat diperlukan mengingat saat ini telah memasuki musim tanam dan musim melaut, di mana kebutuhan bahan bakar untuk alat mesin pertanian (alsintan) dan mesin kapal meningkat tajam.
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, kuota solar bersubsidi pada triwulan pertama mencapai 101.922 KL, sementara untuk triwulan kedua dipatok sebesar 99.453 KL.
Dari jumlah tersebut, realisasi penebusan solar bersubsidi melalui surat rekomendasi di Jember tercatat mencapai 949 KLhingga Maret 2026.
“Kami sudah menerima laporan mengenai kuota solar di Jember. Untuk peruntukan petani dan nelayan, realisasinya sudah menyentuh angka sekitar 949 KL,” ujar Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, Rabu (22/4).
Melihat besarnya angka serapan tersebut, Candra mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bekerja ekstra keras dalam memastikan distribusi energi bersubsidi ini benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
“Komisi B ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan layanan solar subsidi ini terlayani dengan baik. Selain itu, proses input data penerima harus dilakukan secara presisi agar tepat sasaran,” imbuhnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menegaskan agar kasus-kasus penyimpangan atau penyelewengan solar subsidi yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang kembali. Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam proses pemutakhiran agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan sampai ada yang bermain atau memanfaatkan solar subsidi ini untuk kepentingan di luar kebutuhan rakyat. Pemutakhiran data harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel,” tegas Candra.
Sebagai langkah nyata, Komisi B berencana melakukan tinjauan langsung ke lapangan dalam waktu dekat guna memantau proses distribusi di SPBU maupun titik serap lainnya.
“Tujuan kami turun ke lapangan adalah memastikan tidak ada lagi data ganda dan memastikan subsidi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani dan nelayan kita,” tutup Candra. (*)






