Dispensasi Nikah Melonjak, Ketua Tim PKK Jatim Arumi Bachsin Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini

oleh -263 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 06 at 4.29.28 PM
Ketua Tim PKK Jatim Arumi Bachsin saat menjadi narasumber seminar gen Z di UMSIDA (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Maraknya pernikahan dini kembali menjadi sorotan di Sidoarjo seiring meningkatnya permohonan dispensasi nikah yang diajukan keluarga muda dalam dua tahun terakhir.

Fenomena ini dinilai mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada masa depan pendidikan, kesehatan, hingga kesiapan mental generasi penerus.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin turut menanggapi naiknya angka dispensasi nikah, khususnya di Sidoarjo.

Ia menegaskan bahwa keluarga memegang peran sentral dalam mencegah terjadinya pernikahan dini, terutama di kalangan Gen Z yang menghadapi tantangan sosial baru.

Menurut Arumi, fondasi moral dan kontrol diri seseorang terbentuk pertama kali di lingkungan rumah. Karena itu, intervensi keluarga tidak bisa digantikan oleh program pemerintah, meski berbagai langkah sudah dilakukan.

“Pemerintah sudah membuat sekolah calon pengantin, penyuluhan, hingga edukasi berkelanjutan. Tapi peran keluarga tetap yang terpenting,” jelas Arumi usai mengisi seminar Gen Z di UMSIDA, Sabtu (6/12).

Arumi kembali menekankan bahwa pernikahan dini bukan hanya menyangkut kesiapan fisik dan emosional, tetapi juga berpengaruh terhadap masa depan pendidikan anak, menjamin hak setiap anak untuk tetap mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi.

“Pernikahan dini sering membuat pendidikan anak terhenti. Padahal negara menjamin semua anak bisa terus sekolah, apapun situasinya,” terang Arumi.

Ia berharap keluarga membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, memberikan nilai, pendampingan, serta ruang diskusi sebelum mereka mengambil keputusan besar dalam hidup. Menurutnya, langkah itu penting untuk mencegah keputusan tergesa-gesa akibat tekanan sosial atau lingkungan.

Arumi juga menyoroti tekanan yang dihadapi generasi muda saat ini yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Ia menilai dukungan keluarga harus lebih adaptif dan mampu memahami perubahan zaman.

“Fondasi moral, nilai, dan kontrol diri berasal dari keluarga. Itu yang harus terus diperkuat,” pungkasnya.

Dengan penguatan peran keluarga, Arumi meyakini tingginya angka dispensasi pernikahan dapat ditekan, sehingga masa depan Gen Z lebih terjaga menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.