Jatim Tetap Jadi Lumbung Pangan Nasional, Produksi Padi Tertinggi Capai 7,71 Juta Ton

oleh -83 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 05 at 3.00.18 PM
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan panen raya (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Jatim kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Jatim mencatat potensi produksi padi sebesar 7,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia sekaligus meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani serta sinergi berbagai pihak dalam menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa kerja keras para petani dan seluruh stakeholder pertanian Jawa Timur memberikan hasil yang nyata. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang selama ini berikhtiar menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan,” kata Khofifah di Surabaya, Jumat (5/6).

Data BPS yang dirilis pada 2 Juni 2026 menunjukkan potensi produksi padi Jawa Timur selama Januari-Juli 2026 mencapai 7,71 juta ton GKG. Jumlah tersebut meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 7,30 juta ton GKG.

Dengan capaian itu, Jawa Timur menempati posisi teratas secara nasional. Potensi produksi padi provinsi ini berada di atas Jawa Tengah yang diproyeksikan mencapai 7 juta ton GKG dan Jawa Barat sebesar 5,98 juta ton GKG.

Menurut Khofifah, peningkatan produksi tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian Jawa Timur masih tumbuh positif dan terus memberikan kontribusi strategis terhadap ketahanan pangan nasional.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti nyata ketangguhan petani Jawa Timur serta kuatnya ekosistem pertanian yang terus kita bangun bersama. Jawa Timur akan terus berkomitmen menjaga perannya sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Peningkatan produksi padi tersebut juga didukung oleh bertambahnya luas panen. Pada Januari-Juli 2026, luas panen padi di Jawa Timur mencapai 1,38 juta hektare, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,30 juta hektare atau tumbuh 5,49 persen.

Khofifah menilai kenaikan luas panen menunjukkan produktivitas pertanian di Jawa Timur tetap terjaga meski menghadapi berbagai tantangan.

“Peningkatan luas panen ini menunjukkan bahwa produktivitas pertanian Jawa Timur tetap terjaga. Ini sekaligus mempertegas peran Jawa Timur sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, TNI, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov Jawa Timur terus mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) melalui optimalisasi lahan pertanian potensial, penggunaan benih unggul bersertifikat yang adaptif terhadap perubahan iklim, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga penerapan teknologi budidaya modern.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat infrastruktur sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pengembangan irigasi perpompaan, serta sistem deteksi dini terhadap potensi bencana pertanian guna meminimalkan risiko gagal panen.

“Jawa Timur akan terus berikhtiar menjaga stabilitas dan produktivitas sektor pertanian. Melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pelaku sektor pertanian untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani melalui dukungan teknologi, infrastruktur, dan kebijakan yang berpihak kepada petani.

“Keberhasilan ini bukan hanya capaian statistik, tetapi juga wujud nyata dedikasi para petani yang setiap hari bekerja menjaga ketersediaan pangan bangsa. Keberpihakan terhadap sektor pertanian akan terus menjadi prioritas pembangunan Jawa Timur,” tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.