KabarBaik.co, Nganjuk – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk menunjukkan catatan manis sepanjang Semester I 2026. Pemerintah Kabupaten Nganjuk berhasil menjaga ritme keuangan daerah tetap memuaskan baik dari sisi penerimaan maupun penyerapan anggaran.
“Pendapatan mencapai Rp 1,17 triliun atau 51,2 persen dari target Rp 2,29 triliun,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk, Dyah Puspita Rini, Selasa (21/7).
Pencapaian realisasi pendapatan tersebut membuktikan efektivitas pengelolaan sumber daya keuangan daerah. Di sisi lain, laju penyerapan belanja daerah juga berjalan selaras dengan target pembangunan yang telah dirancang untuk masyarakat Nganjuk.
“Belanja mencapai Rp 1,2 triliun atau 49,36 persen dari target yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 2,45 triliun,” lanjut Dyah menjelaskan postur anggaran hingga paruh pertama tahun ini.
Dyah memaparkan lebih rinci bahwa porsi belanja terbesar saat ini masih didominasi oleh sektor operasional dan alokasi pembangunan tingkat desa. Penggunaan anggaran difokuskan untuk mendorong efisiensi roda pemerintahan serta penguatan ekonomi dari tingkat bawah.
“Belanja terbesar yaitu belanja operasional meliputi belanja pegawai, barang, dan jasa sebesar Rp974 miliar, kemudian belanja transfer untuk desa sebesar Rp 206 miliar,” sambungnya.
Sebagai informasi, total APBD Kabupaten Nganjuk untuk tahun anggaran 2026 dipatok sebesar Rp2,5 triliun. Dengan capaian belanja yang menyentuh angka Rp 1,2 triliun (49,36 persen), tren positif ini diharapkan terus bertahan hingga penutupan tahun anggaran.






