Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemkab Nganjuk Optimalkan DBHCHT untuk Tingkatkan SDM Industri Tembakau

oleh -68 Dilihat
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro memberikan arahan saat membuka Pelatihan Penerapan Fungsi Manajemen Perusahaan di Hotel Front One Nganjuk.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro memberikan arahan saat membuka Pelatihan Penerapan Fungsi Manajemen Perusahaan di Hotel Front One Nganjuk.

KabarBaik.co, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memacu daya saing Industri Hasil Tembakau (IHT). Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Penerapan Fungsi Manajemen Perusahaan bagi IHT Tahun 2026 di Hotel Front One Nganjuk pada Selasa (21/7).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, ini memfokuskan peningkatan tata kelola industri lokal agar makin efisien dan berdaya saing tinggi.

“Terima kasih kepada seluruh pelaku Industri Hasil Tembakau yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Nganjuk,” ujar Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro.

Program yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kegiatan ini akan digelar selama lima hari (21–25 Juli 2026) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, dan diikuti oleh 60 peserta yang merupakan jajaran manajemen dan administrasi dari 27 perusahaan tembakau setempat.

“Manfaat DBHCHT benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya digunakan untuk pembangunan, tetapi juga kembali kepada para pekerja industri hasil tembakau melalui berbagai program yang telah dilaksanakan pemerintah daerah,” jelas pria yang akrab disapa Mas Handy tersebut.

Pemerintah daerah mencatat pertumbuhan signifikan pada sektor ini. Jika beberapa tahun lalu jumlahnya masih terbatas, kini telah berdiri 27 IHT di Nganjuk.

“Ini menunjukkan bahwa Nganjuk memiliki daya tarik investasi yang baik. Kami berharap iklim usaha yang kondusif ini terus terjaga sehingga semakin banyak industri berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” kata Mas Handy.

Kendati iklim investasi tumbuh positif, Pemkab Nganjuk memberikan catatan kritis terkait hak-hak pekerja. Perusahaan diimbau tidak hanya mengejar efisiensi bisnis, tetapi juga disiplin memenuhi kewajiban regulasi ketenagakerjaan demi kelangsungan industri yang sehat.

“Kami berharap seluruh perusahaan mematuhi aturan mengenai pengupahan, kepesertaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan maupun ketentuan ketenagakerjaan lainnya,” tegasnya.

Peningkatan kapasitas SDM ini dipandang sebagai modal utama agar industri lokal tidak gagap menghadapi tantangan pasar. Penguasaan fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pengendalian diharapkan menciptakan operasional pabrik yang lebih efisien dan inovatif.

“Saya berharap seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah ilmu yang nantinya dapat diterapkan di perusahaan masing-masing,” imbuhnya.

Pelatihan ini ditargetkan mampu mencetak standar tata kelola baru bagi industri rokok di Nganjuk, sehingga kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah makin terukur dan berkesinambungan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, serta mengendalikan kegiatan usaha sehingga tercipta tata kelola perusahaan yang profesional,” pungkas Mas Handy.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.