BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Perairan Banyuwangi, Disperikan: Bukti Lautnya Masih Asri

oleh -119 Dilihat
Spesies baru Ikan Gobi Udang (BRIN).
Spesies baru Ikan Gobi Udang (BRIN).

KabarBaik.co, Banyuwangi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) di perairan Banyuwangi. Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov., terinspirasi dari julukan Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java.

Penelitian dilakukan oleh BRIN yaitu Kunto Wibowo (Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi), bersama Hilda M. Pratiwi (Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi), Anik B. Dharmayanthi (Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi), Agus Priyadi (Pusat Riset Zoologi Terapan), dan Ruby V. Kusumah (Pusat Riset Zoologi Terapan) berkolaborasi dengan Djohan Tjiptadi dan Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026. Peneliti memastikan statusnya sebagai spesies baru melalui kajian morfologi dan analisis DNA.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, mengatakan penetapan spesies baru dilakukan menggunakan pendekatan taksonomi integratif dengan menggabungkan karakter morfologi dan analisis DNA.

“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” kata Kunto dilansir dari laman BRIN.

Berdasarkan hasil penelitian, Tomiyamichthys oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus asal Jepang. Namun, spesies baru ini memiliki sejumlah karakter pembeda, seperti jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, pola warna tubuh, hingga perbedaan genetik sebesar 3,1 persen.

Ikan tersebut juga memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil di bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan.

Menurut Kunto, nama oriens berasal dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Penamaan itu terinspirasi dari warna jingga pada tubuh ikan sekaligus mengacu pada Banyuwangi yang dikenal sebagai The Sunrise of Java.

“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” ujarnya.

Sejauh ini, Tomiyamichthys oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Penemuan tersebut menambah daftar spesies ikan yang berhasil dideskripsikan dari perairan Indonesia sekaligus menunjukkan besarnya potensi keanekaragaman hayati laut yang masih belum terdokumentasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudera menyambut baik penemuan spesies baru tersebut. Menurutnya, temuan Tomiyamichthys oriens menegaskan bahwa perairan Banyuwangi memiliki kekayaan biodiversitas laut yang sangat tinggi.

“Temuan Tomiyamichthys oriens menjadi kabar membanggakan bagi Banyuwangi karena semakin menegaskan bahwa perairan Banyuwangi memiliki kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa, termasuk potensi ikan hias laut yang masih belum banyak terungkap,” kata Suryono.

Menurut Suryono, penemuan tersebut menjadi bukti bahwa laut Banyuwangi tidak hanya kaya akan potensi perikanan tangkap dan budidaya, tetapi juga menyimpan biodiversitas yang sangat besar sehingga perlindungan ekosistem pesisir dan laut harus terus diperkuat.

“Keberadaan spesies baru ini menjadi pengingat bahwa kelestarian habitat laut harus dijaga bersama,” katanya.

Ia mengatakan, hadirnya spesies baru tersebut menambah daftar kekayaan ikan laut yang dimiliki Banyuwangi sekaligus menunjukkan masih banyak potensi hayati laut yang perlu terus diteliti dan dikembangkan secara bertanggung jawab.

“Selain memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan, keberadaan spesies baru ini juga dapat menjadi bagian dari pengembangan edukasi, konservasi, serta ekowisata bahari berbasis keanekaragaman hayati,” bebernya.

Suryono berharap penemuan ini mendorong semakin banyak riset mengenai kekayaan hayati laut Banyuwangi. Sekaligus menjadi penguat kesasadaran masyarakat dalam melakukan konservasi laut.

“Harapan kami penemuan ini dapat mendorong semakin banyak penelitian tentang kekayaan hayati laut Banyuwangi. Kami juga berharap hasil-hasil penelitian seperti ini dapat memperkuat upaya konservasi dan menumbuhkan kesadaran bahwa laut Banyuwangi memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat luar biasa dan harus dijaga untuk generasi mendatang,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.