KabarBaik.co, Banyuwangi – Sebanyak 1.500 peserta dari unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, dunia usaha, komunitas, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat melakukan bersih-bersih sampah di sekitar Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Lateng dan Pantai Seranit, Selasa (21/7).
Bersih-bersih ini dipimpin Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Safrizal mengatakan kegiatan itu merupakan dari penerapan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dimandatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ini adalah amanat dari Presiden Prabowo. Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan sejalan dengan Asta Cita,” kata Safrizal.
Oleh karenanya di Banyuwangi, Kemendagri bersama dengan Forpimda bekerjasama membersihkan kawasan KNMP Lateng. Safrizal menegaskan, Gerakan Indonesia ASRI harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kebersihan merupakan wajah daerah, terutama bagi Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Safrizal.
Ia mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan nasional. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Indonesia mencapai puluhan juta ton setiap tahun, sementara banyak tempat pemrosesan akhir telah melebihi kapasitas.
Karena itu, Safrizal mengajak seluruh kepala daerah menjadikan Gerakan Indonesia ASRI sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan daerah, mulai dari memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, meningkatkan edukasi masyarakat, hingga mendorong pengembangan ekonomi sirkular.
“Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media seperti yang dilakukan di Banyuwangi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan Indonesia yang bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan,” tandasnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menambahkan, aksi bersih pantai yang digelar dalam Gerakan Indonesia ASRI menjadi bagian dari upaya mewujudkan Banyuwangi yang bersih, sehat, dan indah.
“Kami melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI dalam rangka mewujudkan Banyuwangi ASRI. Bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, dan masyarakat, kami mengajak semuanya bergotong royong membersihkan pantai. Kebetulan air laut sedang surut sehingga kami bisa membersihkan sampah yang berada di pesisir,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, aksi bersih-bersih tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. Ia menegaskan, Banyuwangi ASRI bukan hanya soal kegiatan bersih-bersih, tetapi juga membangun budaya peduli terhadap kebersihan.
“Ini memang langkah kecil, tetapi yang paling penting adalah memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga Banyuwangi dan Indonesia agar tetap aman, sehat, bersih, dan indah. Kami juga ingin mengedukasi anak-anak agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi terus berlanjut sehingga laut dan daerah kita tetap bersih, nyaman, dan sehat untuk ditinggali,” ujarnya.






