DPRD Jatim Dorong Panggung Reguler agar Seni Tradisi Tak Sekadar Jadi Warisan

oleh -125 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 20 at 10.43.13 AM
Anggota DPRD Jawa Timur Jairi Irawan (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya — Seni tradisional tidak cukup hanya dijaga sebagai warisan budaya. Agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya, para pelakunya membutuhkan ruang untuk tampil secara rutin.

Anggota DPRD Jawa Timur Jairi Irawan mendorong pemerintah daerah menyediakan panggung pertunjukan reguler bagi komunitas seni tradisi. Menurut dia, keberadaan ruang tampil yang berkelanjutan dapat menjadi salah satu cara menjaga kelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para seniman.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah wadah penampilan yang berkelanjutan agar seni tradisi tetap hidup dan mampu menghidupi komunitas seninya,” kata Jairi di Surabaya, Kamis (20/8).

Jairi mengatakan kebutuhan tersebut salah satunya terlihat dari hasil reses di daerah pemilihan Blitar dan Tulungagung. Ia menemukan sejumlah kesenian tradisional masih memiliki pelaku dan penggemar, tetapi belum banyak mendapatkan kesempatan tampil di ruang publik.

Beberapa di antaranya adalah Wayang Jemblung, Wayang Lesung, dan Langen Beksan. Kesenian tersebut, kata dia, perlu mendapatkan ruang yang lebih luas agar keberadaannya tidak kalah pamor dengan kesenian tradisional lain seperti wayang purwa, jaranan, dan ketoprak.

Menurut Jairi, panggung pertunjukan menjadi bagian penting dalam menjaga denyut kehidupan komunitas seni. Tanpa kesempatan tampil, kegiatan kelompok seni cenderung berhenti pada latihan. Dalam jangka panjang, kondisi itu dikhawatirkan membuat semangat berkarya menurun sekaligus menghambat regenerasi seniman.

Karena itu, ia mengusulkan pemerintah tidak hanya menyediakan lokasi pertunjukan, tetapi juga memberikan kemudahan perizinan bagi kelompok seni tradisional yang menggelar pertunjukan dalam skala kecil.

“Kemudahan itu penting agar komunitas budaya lebih leluasa menampilkan karya mereka di berbagai ruang publik,” ujarnya.

Jairi juga mendorong keterlibatan kurator seni dan pengelola komunitas untuk membantu mengemas pertunjukan agar lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Ruang tampil pun tidak harus selalu berada di gedung kesenian.

Menurut dia, hotel, destinasi wisata, ruang publik, hingga agenda kebudayaan dapat menjadi alternatif panggung bagi para pelaku seni tradisi.

“Kurator dapat membantu mengemas pertunjukan agar lebih ringkas dan sesuai dengan minat generasi muda tanpa menghilangkan nilai tradisinya,” katanya.

Ia mengapresiasi perhatian Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terhadap komunitas budaya. Salah satunya melalui berbagai program dukungan dan penghargaan bagi seniman serta budayawan. Namun, Jairi menilai perhatian tersebut perlu terus diperluas hingga kelompok seni yang tumbuh di tingkat kecamatan, desa, bahkan dusun. Sebab, menurut dia, keberagaman seni tradisi justru banyak tumbuh dari komunitas-komunitas kecil di daerah.

Ia berharap pemerintah dapat menyusun agenda pertunjukan budaya secara berkala dan melibatkan lebih banyak kelompok seni lokal. Dengan begitu, pelestarian budaya tidak berhenti pada upaya menyimpan warisan masa lalu. Seni tradisi juga diharapkan tetap memiliki panggung, penonton, generasi penerus, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi mereka yang selama ini menjaga dan menghidupkannya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.