KabarBaik.co – Masyarakat Pasuruan mengeluhkan pembangunan trotoar yang berada di Jalan Wachid Hasyim dan Jalan KH Mas Mansyur, serta menganggap pengerjaannya asal-asalan. Apalagi anggarannya cukup besar. Yaitu sebesar Rp 8,241 miliar di Jalan Wachid Hasyim dan Rp 7,904 di Jalan KH Mas Mansyur.
Komisi III DPRD Kota Pasuruan akhirnya melakukan sidak. Hasilnya, terbukti banyak temuan pengerjaan yang dianggap telah menyalahi sehingga tidak sesuai dengan kualitas. Wakil Komisi III DPRD Kota Pasuruan Muhammad Munif mengatakan bahwa pihaknya yelah mendapat banyak keluhan dari masyarakat.
“Setelah dilakukan perbaikan trotoar, banyak warga yang mengeluhkan banjir akibat pembangunan dan gorong-gorong yang mampet. Setelah kami lakukan sidak ternyata benar dalam pengerjaannya tidak sesuai,” jelas Munif, Senin (30/12).
Politisi Partai Golkar itu juga menyayangkan pengerjaan trotoar yang menghabiskan anggaran miliaran, sehingga dia meminta kepada pelaksana untuk melakukan perbaikan. “Kami harap dalam masa waktu pemeliharaan ini pelaksana agar memperhatikan proses pengerjaan,” tegas Munif.
Munif berjanji pihaknya akan kembali sidak ke lokasi tersebut setelah tahun baru nanti. Dia tidak ingin ada masyarakat yang terjatuh akibat jalan bergelombang atau mengelupas. “Kita akan terus melakukan sidak setiap pekerjaan yang ada di Kota Pasuruan, agar pelaksanaan pekerjaan nantinya tidak lagi sal-asalan,” tandas Munif. (*)







