KabarBaik.co, Sidoarjo – Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo mengapresiasi langkah cepat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, dalam menangani kasus tiga anak bersaudara yang putus sekolah di Desa Gelang, Kecamatan Tulangan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori, saat ikut mendampingi penanganan kasus tiga anak bersaudara yang sempat putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi tersebut.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), turun langsung ke lapangan untuk memastikan anak-anak tersebut kembali memperoleh hak pendidikannya.
Dhamroni mengapresiasi respons cepat Dikbud Sidoarjo yang langsung bergerak begitu menerima informasi dari masyarakat. Menurutnya, pola kerja jemput bola kamis (6/8) kemarin, harus menjadi budaya seluruh OPD agar setiap persoalan warga dapat segera ditangani tanpa harus menunggu menjadi perhatian publik.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi untuk Dikbud yang langsung menindaklanjuti dengan cepat. Saya harapkan tidak hanya Dikbud saja, tetapi OPD lain juga bergerak seperti ini. Jangan menunggu persoalan menjadi viral, begitu ada informasi langsung ditindak lanjuti,” tegasnya Jumat
Berkat koordinasi lintas sektor tersebut, tiga anak yang sebelumnya putus sekolah kini dapat kembali melanjutkan pendidikan. Penanganan dilakukan melalui berbagai skema bantuan agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.
Komisi D juga memastikan proses pendampingan berjalan terintegrasi, mulai dari program sekolah gratis, dukungan dana Bosda, hingga pengecekan kepemilikan Program Indonesia Pintar (PIP) agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Melalui fungsi pengawasannya, Komisi D DPRD Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial, sehingga persoalan serupa dapat ditangani secara cepat dan merata di seluruh wilayah Sidoarjo.(*)







