DPRD Surabaya Apresiasi Pengungkapan Kasus Pengeroyokan Tewaskan Siswa SMAN 11: Pelaku Harus Dihukum!

oleh -154 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 09 at 7.00.42 AM
Ketua Komisi A DPRD kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya – Kasus pengeroyokan yang menewaskan Thomas Julius Kristianto, siswa SMAN 11 Surabaya, memantik reaksi keras dari jajaran legislatif. Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Polrestabes Surabaya yang bergerak cepat menangkap para tersangka.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang berhasil mengungkap tuntas kasus ini dengan cepat. Tragedi memilukan ini tentu menjadi preseden buruk bagi wajah pendidikan dan pergaulan remaja di Kota Pahlawan,” ujar Yona, Selasa (9/6).

Dia menyebut status para tersangka yang merupakan teman sebaya dari korban dan secara administratif sudah mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Oleh karena itu, dia meminta agar aparat penegak hukum tidak memberikan toleransi sedikit pun dalam menjatuhkan sanksi pidana kepada para pelaku.

“Mereka ini rata-rata sudah bukan di bawah umur, dan karena pelaku adalah teman sebayanya maka proses hukum harus tetap berjalan dan mereka harus dihukum secara tegas. Tidak boleh ada keringanan hukuman agar bisa menjadi efek jera,” tutur Cak Yebe sapaan akrabnya.

Untuk mencegah tragedi kekerasan berulang di kalangan pelajar, Cak Yebe mendorong intervensi pencegahan secara langsung dari Pemerintah Kota Surabaya ke lembaga-lembaga pendidikan. Dia meminta agar Bakesbanglinmas serta Satpol PP Surabaya segera mengoptimalkan program penyuluhan andalan mereka.

“Bakesbanglinmas dan Satpol PP Surabaya punya program yang sangat bagus yakni Satpol PP Goes to School yang harus segera diintensifkan. Melalui program tersebut, kita harus memperkuat edukasi masalah hukum dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah di Surabaya,” papar mahasiswa Doktoral Ilmu Hukum Unitomo Surabaya ini.

Menurut dia, pemahaman para remaja mengenai batasan penyelesaian konflik dan konsekuensi jerat hukum sering kali masih sangat minim. Dia berharap dengan sosialisasi hukum yang masif mampu menyadarkan para siswa bahwa satu tindakan anarkis akan membawa dampak kehancuran seumur hidup.

“Anak-anak kita perlu ditanamkan kesadaran penuh bahwa perilaku kriminal sekecil apa pun bisa menghilangkan masa depan mereka secara permanen. Tindakan emosional sesaat tidak hanya merenggut nyawa orang lain, tapi juga akan menghancurkan cita-cita dan harapan hidup mereka sendiri,” pungkas Cak Yebe. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.