KabarBaik.co, Surabaya – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, meminta PT PLN (Persero) memperhatikan jadwal pemadaman listrik bergilir yang saat ini terjadi akibat gangguan teknis di PLTU Paiton. Menurutnya, pemadaman sebaiknya tidak dilakukan pada jam-jam utama atau prime time, terutama saat masyarakat sedang menonton siaran langsung Piala Dunia.
“Karena akhir-akhir ini kan terjadi pemadaman bergilir untuk wilayah Jawa dikarenakan ada problem teknis di PLTU Paiton,” ujar Yona Bagus, Senin (22/6).
Yona menuturkan, meski pihaknya memaklumi adanya kendala teknis yang menyebabkan pemadaman, namun masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Ia meminta PLN tidak memutus aliran listrik pada waktu-waktu krusial yang mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan publik.
“Kami berharap jangan sampai terjadi di prime time, di waktu-waktu primer. Sekolah kan lagi libur, tapi pelayanan ke masyarakat kan tetap harus berjalan. Kami juga minta durasinya jangan terlalu lama, karena tidak semua kantor layanan publik punya genset sebagai cadangan,” jelasnya.
Selain soal waktu, politisi Partai Gerindra ini juga meminta PLN mempertimbangkan titik lokasi yang terkena pemadaman. Area vital seperti persimpangan jalan yang memiliki traffic light harus menjadi perhatian khusus agar tidak memicu kekacauan lalu lintas hingga potensi kecelakaan.
“Harus mempertimbangkan lokus-lokus yang kaitannya dengan layanan publik, termasuk traffic light. Kalau listrik mati di situ kan jadi kacau, berpotensi laka lantas. Begitu juga dengan kantor pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Lebih jauh, Yona menekankan pentingnya aliran listrik tetap stabil saat berlangsungnya siaran langsung Piala Dunia. Menurutnya, momen olahraga dunia ini menjadi salah satu sarana hiburan yang efektif meredam tensi politik yang sedang tinggi di masyarakat.
“Kita tahu dinamika politik sekarang kan high tension. Nah, salah satu hiburannya adalah siaran langsung Piala Dunia. Ini butuh disalurkan, karena bisa mempersatukan masyarakat. Di warkop-warkop yang nonton bareng kan bisa melebur perbedaan, jadi ruang diskusi yang kondusif,” ungkapnya.
“Kemarin saat kami gelar nobar, alhamdulillah listrik aman. Makanya kami minta PLN perhatikan hal ini, jangan sampai saat siaran langsung justru mati lampu,” tambahnya.
Di sisi ekonomi, Yona menegaskan pemadaman listrik, apalagi jika durasinya lama dan sering terjadi, sangat merugikan. Tidak hanya industri besar, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pun sangat merasakan dampaknya.
“Kalau mati listrik, sekali saja orang sudah protes, apalagi berkali-kali. Ini kerugian ekonomi nyata. Contohnya UMKM yang butuh pendingin atau freezer, pas prime time mati lampu kan rugi. Barang jadi rusak, harus beli es batu lagi, itu kan ekstra cost,” pungkasnya.
Ia berharap kendala di PLTU Paiton segera teratasi sehingga pemadaman bergilir tidak berlarut-larut dan mengganggu aktivitas warga Surabaya. (*)






