KabarBaik.co, Jombang— DPRD Jombang mulai menindaklanjuti temuan baru terkait klaim lokasi kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Melalui audiensi bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan sejumlah pegiat sejarah, muncul informasi yang menyebut Bung Karno kemungkinan lahir di wilayah Ploso, Jombang.
Pertemuan tersebut digelar di ruang khusus DPRD Jombang. Sejumlah pihak hadir dalam forum ini, mulai dari Ketua TACB Nasrul Ilah, anggota TACB Arif Yulianto, hingga para peneliti sejarah seperti Binhad Nurrohmat, R.M Kuswartono, dan Moch Faisol.
Dari unsur legislatif, Wakil Ketua DPRD Jombang Octadella Billytha Permatasari turut hadir bersama jajaran Komisi D.
Dalam forum itu, TACB menyerahkan hasil kajian terkait situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Ploso. Para peneliti juga menyerahkan buku hasil penelusuran sejarah tokoh proklamator tersebut.
Wakil Ketua DPRD Jombang Octadella Billytha Permatasari mengatakan pihaknya menerima berbagai temuan yang membuka kemungkinan baru terkait lokasi kelahiran Bung Karno.
Selama ini, Surabaya dikenal sebagai tempat kelahiran Soekarno. Namun, menurutnya, data dari Jombang perlu dikaji lebih dalam.
“Perlu pendalaman bersama karena muncul dua versi yang berbeda. Ini harus dikaji secara akademis agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” ujarnya, Sabtu (25/4).
DPRD, lanjut dia, akan mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Surabaya guna mempertemukan kedua perspektif tersebut.
Selain itu, Disdikbud juga diminta mengawal surat yang telah diajukan ke Kementerian Kebudayaan serta berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI.
Sebagai langkah lanjutan, DPRD berencana meninjau langsung lokasi yang disebut sebagai titik kelahiran Bung Karno di Gang Buntu, Desa Rejoagung.
“Kami akan tinjau langsung lokasi yang disebut sebagai titik kelahiran Bung Karno,” kata dia.
Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah, menilai audiensi ini menjadi awal yang baik dalam upaya mengungkap sejarah secara lebih jelas. Ia menekankan pentingnya dialog terbuka antara pihak Jombang dan Surabaya.
“Kami merasa perlu agar kedua pihak duduk bersama membahas temuan ini secara terbuka,” ujarnya.
Sementara itu, peneliti sejarah R.M Kuswartono mengungkapkan pihaknya telah menemukan sejumlah artefak dan dokumen pendukung.
Menurut dia, temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa Bung Karno lahir di Jombang, tidak hanya berdasarkan cerita lisan keluarga.
Ia berharap Pemkab Jombang segera menetapkan lokasi tersebut sebagai situs bersejarah.
“Sudah saatnya dipastikan secara ilmiah. Jangan sampai sejarah tokoh besar bangsa masih menyisakan perdebatan,” ujarnya. (*)







