Drone Terus Dikerahkan Padamkan Kebakaran Bromo, Helikopter Water Bombing Mulai Bertugas Besok

oleh -133 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 06 at 2.44.51 PM
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo akan memasuki tahap baru mulai Jumat (7/8). Helikopter water bombing dijadwalkan mulai beroperasi untuk mempercepat pembasahan dan pemadaman api yang hingga kini masih terus meluas.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan helikopter tersebut dijadwalkan tiba di Jawa Timur pada Kamis (6/8) sore setelah bergerak dari Pontianak menuju Pangkalan Bun. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, armada itu langsung diterjunkan ke kawasan Bromo pada Jumat pagi.

“Insyaallah besok pagi langsung ke area Kaliandra. Homebasenya tetap di Juanda, tetapi operasinya dari Kaliandra untuk mengambil air,” ujar Khofifah, Kamis (6/8), saat berkunjung di lokasi Gunung Bromo.

Sembari menunggu helikopter mulai bertugas, proses pemadaman sementara masih mengandalkan drone. Namun, kapasitas angkut air drone dinilai sangat terbatas sehingga belum mampu mengimbangi kebutuhan pembasahan di area kebakaran yang luas.

“Sementara ini penanganannya kami menggunakan drone. Satu drone itu cuma bisa menampung 150 liter,” katanya.

Khofifah mengungkapkan proses mendatangkan helikopter water bombing tidak berlangsung mudah. Pasalnya, armada tersebut saat ini juga dibutuhkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan, sehingga koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan.

“Untuk helikopter ini saya juga terus komunikasi karena saat ini posisinya di Kalimantan. Saya sangat paham mereka juga membutuhkan, tetapi kita juga membutuhkan,” ungkapnya.

Selain keterbatasan armada, penggunaan drone juga memiliki tantangan tersendiri. Setiap penerbangan harus memperoleh izin khusus berupa drone line agar jalur operasinya terintegrasi dengan lalu lintas udara dan tidak mengganggu aktivitas penerbangan lainnya.

“Drone juga tidak sederhana karena harus mengajukan izin drone line. Area yang bisa dilintasi drone memang membutuhkan izin supaya ketika drone bekerja tidak ada yang merasa asing dan tidak ada yang merasa terganggu. Tetapi izin drone line ini sudah turun dua hari yang lalu,” jelas Khofifah.

Menurutnya, konsep drone line memiliki fungsi yang hampir sama dengan pengaturan lalu lintas udara bagi helikopter. Dengan izin tersebut, drone dapat terus melakukan pembasahan di sejumlah titik api hingga helikopter water bombing mulai beroperasi.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Malang, kebakaran yang berlangsung sejak Senin (3/8) hingga Rabu (5/8) telah menghanguskan sekitar 70 hektare lahan. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.

Api juga dilaporkan terus merembet hingga melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Kondisi tersebut membuat pengerahan helikopter water bombing pada Jumat (7/8) diharapkan menjadi langkah penting untuk mempercepat pengendalian kebakaran di kawasan Gunung Bromo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.