Dua Organisasi Pemuda Laporkan Hasto dan Connie Bakrie ke Polresta Banyuwangi

oleh -378 Dilihat
6c0cc4a2 d9be 47af 8a51 451daa44cc4f
Dua organisasi pemuda saat melapor ke Polresta Banyuwangi. (Foto: Ikhwan)

KabarBaik.co – Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto dan pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie ke Polresta Banyuwangi, Kamis (28/3).

Keduanya dilaporkan oleh dua organisasi pemuda di Bumi Blambangan atas dugaan penyampaian berita bohong terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dua organisasi yang menjadi pelapor
adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi dan Aliansi Pemuda Pembela Pancasila.

Ketua IPNU Banyuwangi, Imam Mutaji menyampaikan, melalui media dan media sosial, Hasto diduga telah mengeluarkan penyataan berisi kebohongan atau hoaks serta fitnah tentang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024.

Di antaranya bahwa aplikasi Sirekap KPU telah diatur untuk memenangkan salah satu pasangan capres cawapres. Termasuk menuding bahwa adanya operasi khusus aparat penegak hukum, khususnya Polri untuk mengarahkan dukungan kepada duet Prabowo-Gibran.

“Pernyataan tersebut telah menimbulkan kegaduhan nasional, termasuk di Banyuwangi. Kami menduga pernyataan tersebut merupakan kebohongan,” kata Taji sapaan akrab Imam Mutaji.

“Apa yang sudah disampaikan, harus dibuktikan,” imbuhnya.

Pemuda asal Desa Labanasem, Kecamatan Kabat ini menilai, apa yang dilontarkan Hasto, patut diduga menyimpan agenda tertentu. Indikasi paling gamblang bertujuan untuk menggagalkan hasil Pemilu 2024.

Untuk Connie Rahakundini Bakrie, masih Taji, dilaporkan atas dugaan penyebaran berita bohong yang menyebut bahwa Polres bisa mengakses Sirekap.

“Apa yang dilakukan keduanya (Sekjen PDI P, Hasto Kristiyanto dan pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie) berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat. Untuk itu, diharapkan Bapak Kapolresta Banyuwangi, bisa segera menindaklanjuti laporan ini,” cetusnya.

Sementara itu, koordinator Aliansi Pemuda Pembela Pancasila, Irwanto, menyebut bahwa pernyataan Sekjen PDI P, Hasto Kristiyanto dan pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena dugaan penyampaian berita bohong yang dilakukan bisa berdampak pada rusaknya kondusifitas, mengganggu stabilitas keamanan hingga mengoyak kesatuan bangsa dan negara.

“Kami minta agar laporan kami bisa segera ditindaklanjuti. Agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Jika dibiarkan, kami khawatir perilaku yang sama akan merusak marwah demokrasi,” tegas Irwanto.

Dalam laporan, kedua organisasi pemuda melengkapi dengan bukti pernyataan Sekjen PDI P, Hasto Kristiyanto dan pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, yang bertebaran di portal berita dan media sosial.

Menanggapi laporan, Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, mengaku akan segera melakukan tindak lanjut.

“Tindaklanjutnya akan segera kami proses,” katanya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.