Dugaan Pembunuhan, Misteri Wartawan Asal Palu Tewas Mendadak di Penginapan Jakarta

oleh -452 Dilihat
SUTAR WIJAYA
Sutar Wijaya semasa hidup.

KabarBaik.co- Kabar dugaan tindak kekerasan yang berujung maut, kembali menimpa kalangan jurnalis. Belum tuntas proses hukum terhadap korban pembunuhan wartawati Juwita, kini terdengar lagi dugaan pembunuhan yang dialami Sutar Wijaya. Wartawan media siber berusia 33 tahun itu ditemukan tewas di sebuah penginapan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (4/4) malam.

Kasat Reserse dan Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengungkapkan, setelah mendapat laporan pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian pada Jumat (4/4) malam. “Kita ke TKP (tempat kejadian perkara) jam 21.00 WIB, setelah dapat laporan. Jenazah ditemukan di kamar sendiri. Ini jenazah orang Palu, Sulawesi Tengah,’’ kata Arfan dilansir Antara, Sabtu (5/4).

Dia menjelaskan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dalam kejadian tewasnya jurnalis tersebut. Para saksi di antaranya petugas hotel, ketua RT, dan teman dari almarhum. “Nah dari teman almarhum ini ada kesaksian bahwa almarhum mengeluh sakit di dada. Entah di jantung atau paru-paru,” ujarnya.

Soal ada kepentingan apa korban berada di hotel Jakarta, Arfan mengatakan,  dari informasi awal diketahui ada urusan pekerjaan. Yang jelas, hingga saat ini Polres Jakarta Barat masih mendalami penyebab kematian tersebut.‘’’Kami masih menunggu hasil otopsi jenazah. Kalau visum atau pemeriksaan luar sudah,’’ katanya.

Sementara itu, Rogate Oktoberius Halawa, kuasa hukum keluarga Situr Wijaya, mengatakan, kliennya meninggal dunia secara mendadak. Dia menduga almarhum menjadi korban kekerasan berujung pembunuhan. ’’Kami sudah memasukkan laporan ke Polda Metro Jaya, tentang dugaan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP,” katanya kepada awak media.

Laporan ke polisi itu bernomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Rogate mengemukakan, dugaan tindak pidana pembunuhan itu setelah melihat adanya kejanggalan dari kematian korban. ’’Setelah melihat foto-foto korban, pihak keluarga korban curiga bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh. Karena dilihat dari foto kondisi korban mengeluarkan darah di hidung dan mulut, luka memar di wajah dan seluruh badan, serta ada sayatan di leher bagian belakang,’’ ungkapnya.

Menurut Rogate, saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. “Sudah dilakukan autopsi di Rumah Sakit (RS) Polri. Tadi disampaikan hasilnya akan segera dirilis karena menjadi atensi,” ujarnya.

Jenazah Situr Wijaya diberangkatkan ke kampung halamannya di Kota Palu dan menuju rumah duka di wilayah Kabupaten Sigi. Untuk kepentingan pemulangan jenazah tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turut membantu biaya dari Jakarta menuju ke rumah duka.

Selfi, istri almarhum, mengakui bahwa Gubernur Sulteng telah mengirim bantuan dana sebesar Rp 25 juta. ’’Ia benar ada bantuan, uang tersebut ditransfer langsung ke rekening saya,” ungkap Selfie, dalam keterangan tertulisnya.

Untuk diketahui, Sutar Wijaya merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesa (PWI). Selain berprofesi sebagai wartawan, ia adalah CEO media siber InSulteng.id. Sebelum ditemukan meninggal, Sutar menulis beberapa berita antara lain kematian Ray Sahetapi, polemik Gus Fuad Plered dan beberapa isu lainnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.