Dukung Program Homecare, IBI Jember Minta Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Tetap Prioritas

oleh -129 Dilihat
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau Program Homecare. (Foto: Ist)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat meninjau Program Homecare. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Program pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah (Homecare) yang digulirkan Pemkab Jember mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jember. Kendati demikian, IBI memberikan catatan khusus mengenai pentingnya efisiensi manajemen kerja agar fokus pendampingan pada ibu dan anak tidak terabaikan.

Ketua IBI Cabang Jember Siti Romlah, menilai inovasi Homecare sangat krusial dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat secara langsung. Namun, ia menekankan perlunya alokasi sumber daya manusia (SDM) yang seimbang agar tidak membebani para bidan.

“Inovasi Homecare ini amat positif bagi masyarakat. Catatan penting kami terletak pada skema pembagian beban kerja bidan di lapangan. Tugas prioritas seperti pengawalan kesehatan ibu dan anak harus tetap dijaga agar kualitasnya tidak menurun,” ungkap Siti Romlah saat dikonfirmasi pada Jumat (7/8).

Langkah penguatan layanan ini dipandang vital mengingat rekam jejak Jember yang berada di posisi kedua se-Jawa Timur, setelah Kabupaten Malang, terkait tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan angka stunting.

Siti Romlah memaparkan bahwa tanggung jawab bidan mencakup siklus hidup perempuan yang cukup panjang, mulai dari remaja, masa kehamilan, proses persalinan, nifas, hingga pemantauan tumbuh kembang balita. Seluruh tahapan ini krusial untuk mencetak generasi berkualitas menuju Generasi Emas 2045.

Fokus utama pendampingan berada pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sejak masa kandungan hingga anak berusia dua tahun. Kehadiran bidan pada fase kritis ini menentukan keberhasilan pencegahan risiko komplikasi kehamilan maupun stunting.

Saat ini, rasio kerja para bidan di desa tergolong padat. Rata-rata seorang bidan desa harus menangani hingga 250 sasaran. Walaupun dibantu oleh kader kesehatan setempat, tingginya beban volume pelayanan masih berisiko memicu keterlambatan deteksi dini pada kasus-kasus berisiko tinggi (high-risk).

“Kami berharap porsi pelaksanaan Homecare dapat diselaraskan dengan tugas inti bidan. Melalui tata kelola manajemen yang rapi, ketegasan pembagian peran, dan sinergi antar-pihak, kami yakin angka AKI, AKB, serta stunting di Jember bisa ditekan secara signifikan,” tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.