Ekspor Jatim Tumbuh 4,73 Persen pada Januari 2026, Didominasi Kinerja Nonmigas

oleh -118 Dilihat
petikemas
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang tumbuh cukup kuat.

KabarBaik.co, Surabaya – Kinerja ekspor Jawa Timur pada awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor provinsi ini pada Januari 2026 mencapai 2,05 miliar dolar AS, atau meningkat 4,73 persen dibandingkan periode yang sama pada Januari 2025 sebesar 1,96 miliar dolar AS.

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Ike Rahayu Sri, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terutama didorong oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang tumbuh cukup kuat. “Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya kinerja ekspor nonmigas sebesar 5,24 persen, dari 1,94 miliar dolar AS menjadi 2,046 miliar dolar AS,” kata Ike di Surabaya, Jumat (6/3).

Sebaliknya, ekspor sektor migas justru mengalami penurunan cukup tajam. Nilai ekspor migas pada Januari 2026 tercatat hanya 2,96 juta dolar AS, turun 75,83 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 12,24 juta dolar AS. Penurunan tersebut dipicu oleh merosotnya ekspor minyak mentah yang bahkan tercatat turun hingga 100 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni Desember 2025, nilai ekspor Jawa Timur juga mengalami penurunan. Pada Desember 2025 nilai ekspor tercatat sebesar 2,77 miliar dolar AS, sementara pada Januari 2026 turun menjadi 2,05 miliar dolar AS, atau merosot sekitar 25,9 persen.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya ekspor baik di sektor nonmigas maupun migas. Ekspor nonmigas turun 24,43 persen, sedangkan ekspor migas turun lebih dalam hingga 94,88 persen.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari 2026, peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang melonjak 35,33 persen menjadi 224,82 juta dolar AS. Komoditas ini mayoritas diekspor ke Tiongkok dengan nilai mencapai 108,67 juta dolar AS.

Selain itu, beberapa komoditas lain juga mencatatkan kenaikan cukup signifikan. Komoditas ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) naik 24,93 persen menjadi 116,06 juta dolar AS, dengan pasar utama Amerika Serikat senilai 47,28 juta dolar AS.

Komoditas tembakau dan rokok (HS 24) juga meningkat 23,96 persen menjadi 93,34 juta dolar AS, dengan ekspor terbesar menuju Amerika Serikat sebesar 37,84 juta dolar AS. Sementara itu, produk kimia (HS 38) tercatat naik 10,73 persen menjadi 91,82 juta dolar AS, yang sebagian besar dikirim ke Tiongkok dengan nilai ekspor 41,40 juta dolar AS.

Di sisi lain, terdapat pula komoditas yang mengalami penurunan, yaitu tembaga (HS 74) yang turun 29,51 persen menjadi 134,11 juta dollar AS.

BPS mencatat, selama Januari 2026 sepuluh golongan barang utama memberikan kontribusi 63,98 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Timur.

Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang tersebut meningkat 5,75 persen dibandingkan Januari 2025. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya ekspor komoditas utama Jawa Timur, khususnya perhiasan atau permata (HS 71).

Berdasarkan sektor ekonomi, ekspor nonmigas Jawa Timur masih didominasi oleh sektor industri pengolahan yang mencapai 1,96 miliar dolar AS atau tumbuh 6,87 persen dibandingkan Januari 2025. Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya ekspor perhiasan/permata serta lemak dan minyak hewani atau nabati.

Sektor industri pengolahan bahkan memberikan kontribusi sangat besar, yakni 95,92 persen terhadap total ekspor nonmigas Jawa Timur.

Sementara itu, sektor pertanian mencatat nilai ekspor 76,36 juta dolar AS, namun mengalami penurunan 24,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor sektor ini didominasi oleh komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah, serta susu, mentega, dan telur.

Adapun ekspor dari sektor pertambangan dan lainnya tercatat sebesar 4,29 juta dolar AS, atau meningkat 3,42 persen dibandingkan Januari 2025. Komoditas yang mendominasi sektor ini antara lain bijih logam, terak, dan abu, serta garam, belerang, batu, dan semen.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor Jawa Timur pada awal 2026 menunjukkan bahwa sektor nonmigas, khususnya industri pengolahan, masih menjadi penopang utama perdagangan luar negeri provinsi ini di tengah fluktuasi ekspor migas.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.