KabarBaik.co – Burung elang Jawa (nisaetus bartelsi) kembali terpantau di langit Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Burung langka yang menjadi simbol negara Indonesia ini terlihat terbang di kawasan Gunung Pucung, salah satu lereng Gunung Arjuno, pada Kamis (3/7).
Lurah Desa Bulukerto, Suhermawan, mengatakan keberadaan elang Jawa terekam kamera trap yang dipasang di beberapa titik oleh Profauna Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. “Ada 12 kamera yang dipasang Profauna dan sementara ini terdeteksi empat elang Jawa di Hutan Pucung, Lereng Gunung Arjuno,” ujarnya.
Suhermawan menjelaskan, kondisi alam di kawasan Gunung Arjuno sangat mendukung peningkatan populasi elang Jawa. Namun ia mengingatkan, perlu upaya menjaga agar aktivitas pertanian tidak meluas hingga ke kawasan konservasi.
“Saat ini masih banyak petani yang menggarap Hutan Produksi Perhutani. Padahal, kawasan konservasi seperti Taman Hutan Raya (Tahura) adalah area terlarang untuk dijadikan lahan produksi,” jelasnya.
Menurut Suhermawan, peluang bertambahnya populasi elang Jawa cukup besar, karena burung ini memiliki daya jelajah yang luas. Hasil rekaman kamera trap juga menunjukkan keberadaan macan tutul Jawa di kawasan tersebut. “Ini menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian hutan di lereng Gunung Arjuno,” tegasnya.
Suhermawan menyatakan, elang Jawa kerap dikaitkan dengan garuda, lambang negara Indonesia. “Garuda Pancasila sendiri merupakan hasil rancangan Sultan Hamid II, yang kemudian disempurnakan atas masukan Ir. Soekarno dengan menambahkan jambul pada kepala garuda agar berbeda dengan lambang negara Amerika Serikat,” urainya.
Lambang negara tersebut diresmikan pada 19 Februari 1950 dengan bentuk jambul yang banyak dianggap menyerupai elang Jawa. (*)






