ETF Mulai Dilirik Investor Pemula, BEI Jatim Genjot Literasi Produk Pasar Modal

oleh -169 Dilihat
Branch Manager Indo Premier Sekuritas, Marco Rijkaard Pereira.
Branch Manager Indo Premier Sekuritas, Marco Rijkaard Pereira.

KabarBaik.co, Surabaya — Selama ini, instrumen investasi di pasar modal yang paling dikenal masyarakat adalah saham dan reksa dana. Namun di balik dua produk tersebut, terdapat instrumen lain yang mulai diperkenalkan lebih luas kepada investor, yakni exchange traded fund (ETF).

Produk investasi ini dinilai memiliki risiko yang lebih terukur dan cocok bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi di pasar modal tanpa harus memantau pergerakan saham secara intensif setiap waktu.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, Cita Mellisa mengatakan ETF pada dasarnya memiliki konsep yang hampir sama dengan reksa dana, namun diperdagangkan di bursa layaknya saham.

“ETF pada dasarnya hampir sama dengan reksa dana, tetapi diperdagangkan secara ritel di pasar saham. Instrumen ini lebih cocok bagi beginner atau investor pemula,” ujar Cita di sela workshop bersama media, Rabu (6/5).

Menurutnya, ETF menawarkan tingkat risiko yang lebih tersebar karena terdiri atas kumpulan aset dalam satu paket investasi. Selain itu, ETF bersifat lebih transparan karena mereplikasi indeks tertentu dan umumnya digunakan untuk investasi jangka panjang.

“Biasanya cocok untuk investasi jangka panjang, misalnya untuk persiapan dana pensiun,” lanjutnya.

Berbeda dengan saham yang merepresentasikan kepemilikan pada suatu perusahaan dan berpotensi memberikan dividen maupun capital gain, ETF menawarkan diversifikasi investasi sehingga risiko tidak bertumpu pada satu emiten saja.

Meski memiliki sejumlah keunggulan, popularitas ETF di Indonesia masih relatif rendah. Minimnya literasi dan edukasi menjadi salah satu penyebab produk ini belum banyak diminati investor domestik.

Hal senada disampaikan Branch Manager Indo Premier Sekuritas, Marco Rijkaard Pereira. Ia menjelaskan bahwa ETF sebenarnya telah diperdagangkan di Indonesia sejak 2007, meskipun produk tersebut pertama kali diperkenalkan secara global pada 1976.

“ETF dan reksa dana pada dasarnya hampir sama. Perbedaannya ada pada mekanisme transaksi. ETF diperdagangkan seperti saham di bursa, sedangkan reksa dana dibeli melalui manajer investasi,” jelas Marco.

Ia menambahkan, ETF memiliki keunggulan dari sisi transparansi portofolio karena investor dapat melihat komposisi aset secara terbuka. Selain itu, instrumen ini dinilai lebih praktis karena tidak perlu dipantau setiap saat meski tetap mengikuti jam perdagangan bursa.

Secara umum, ETF terbagi menjadi dua jenis, yakni aktif dan pasif. ETF aktif dikelola dengan menyesuaikan kondisi pasar, sedangkan ETF pasif mengikuti indeks tertentu.

“Kebanyakan investor di dalam negeri masih memilih ETF pasif karena dianggap lebih stabil dan sederhana,” tegasnya.

Masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai ETF mendorong Bursa Efek Indonesia untuk terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi berbagai instrumen investasi di pasar modal, terutama bagi generasi muda dan investor pemula yang mulai tertarik berinvestasi.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.