FKDM Jatim Soroti Dampak Penggunaan Gadget pada Anak Usia Sekolah

oleh -224 Dilihat
Ketua FKDM Jawa Timur Listyono Santoso menyampaikan paparan dalam FGD penyusunan policy paper penggunaan gadget pada anak di Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) menyoroti tingginya penggunaan gadget pada anak usia sekolah yang dinilai berpotensi memicu kerawanan sosial, gangguan kesehatan, serta masalah mental.

Sorotan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi dan Finalisasi Penyusunan Policy Paper penggunaan gadget pada anak usia sekolah.

FGD bertajuk “Penggunaan Gadget pada Anak Usia Sekolah: Strategi Pengawasan Komprehensif dan Manusiawi untuk Keselamatan dan Kesejahteraan Anak” digelar di salah satu hotel di Sidoarjo, Senin (29/12).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Tirto Adhi, perwakilan Bakesbangpol Jawa Timur, Diskominfo Jawa Timur, akademisi, serta unsur masyarakat.

Ketua FKDM Jawa Timur Listyono Santoso, mengatakan FGD dipilih untuk menggali persoalan secara mendalam dan komprehensif terkait dampak penggunaan gadget terhadap anak usia sekolah.

“FGD ini kami gunakan sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul akibat penggunaan gadget pada anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama sekitar tiga bulan FKDM telah menggelar enam kali FGD guna mematangkan naskah akademik sebagai dasar rekomendasi kebijakan.

“Dalam proses tersebut, kami menemukan tingginya keterpaparan anak terhadap konten yang tidak sesuai dengan usia mereka,” imbuhnya.

Data awal Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan adanya anak-anak yang terpapar konten pornografi, kekerasan, hingga narasi seksualitas.

Menurut Listyono, kondisi ini berpotensi menghilangkan masa kanak-kanak atau the disappearance of childhood, sehingga mendorong kedewasaan prematur pada anak.

pengawasan harus dilakukan secara komprehensif dan manusiawi melalui penguatan literasi digital, pendampingan orang tua dan sekolah, serta pembatasan penggunaan gadget secara proporsional

“Gadget harus menjadi sarana, bukan tujuan. Anak perlu dibekali kecerdasan digital agar mampu mengendalikan teknologi, bukan justru dikendalikan olehnya,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.