Fokus Tekan Stunting Lewat Posyandu Terpadu, Bupati Mojokerto Terus Geber Program GEMAPITU

oleh -281 Dilihat
WhatsApp Image 2025 05 07 at 09.55.32
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, semakin menggencarkan program percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto. Kali ini melalui program Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu (GEMAPITU) yang dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Parengan, Kecamatan Jetis.

Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Bupati-Wabup Mojokerto dan terintegrasi dalam gerakan nasional GERCEP Stunting (Gerakan Percepatan Penurunan Stunting).

“Masalah stunting ini bukan hanya karena kesehatan dan fisik, tetapi kemampuan kecerdasan otaknya di bawah rata-rata anak pada umumnya. Kita berharap ke depan tidak ada kasus stunting agar kita bisa menyiapkan generasi yang siap, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Muhammad Al Barra.

Pejabat yang akrab disapa Gus Bupati itu menegaskan, program ini menjadi bagian dari misi Catur Abhipraya Mubarok poin kedua. Yaitu membentuk SDM unggul lewat pendidikan dan kesehatan. Melalui GEMAPITU masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis, khususnya ibu hamil dan balita.

“Anda bisa cek kesehatan secara gratis untuk ibu hamil dan anak- anak agar masyarakat kita terutama anak-anak bisa tumbuh dewasa menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas,” ujarnya.

Tak hanya itu, selain fokus menurunkan stunting di Desa Parengan, Gus Bupati juga mengatakan akan melaksanakan proyek perbaikan jalan sepanjang tiga kilometer dari Parengan ke Lakardowo ke dalam program tahun ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur di Desa Parengan.

“Insya Allah kalau tidak bisa tahun ini, kita pastikan masuk ke PAK. Nanti PUPR saya suruh lihat, kalau memang paling cepat diaspal, ya diaspal. Karena ini sudah masuk agenda kita sampai Lakardowo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parengan, Sali, melaporkan bahwa desanya memiliki lima posyandu yang aktif melayani balita dan lansia di masing-masing dusun. Total terdapat 229 balita dengan 3 anak tercatat mengalami stunting.

“Tingkat kehadiran posyandu 90 persen. Selanjutnya jumlah ibu hamil 24 orang dan jumlah ibu hamil KEK 3 orang. Selain itu, jumlah keluarga resiko stunting 26 keluarga, dengan rincian 1 ibu hamil, 10 baduta, 15 balita. Kami juga sudah mendapatkan bantuan dan pendampingan dari pemerintah Desa Parengan dan TPPS Kecamatan Jetis,” pungkasnya.

Acara GEMAPITU juga dihadiri Wakil Bupati Ketua TP PKK Kabupaten, jajaran Forkopimca Jetis, Ketua TP PKK Jetis, Kepala Puskesmas Jetis, serta warga dan kader posyandu setempat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.