KabarBaik.co, Bojonegoro – Upaya mewujudkan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan internasional terus dimatangkan. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan lapang pra-validasi yang menjadi bagian dari persiapan menghadapi evaluasi Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simulasi penilaian lapangan dengan melibatkan tim pendamping dari Komite Nasional Geopark Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Rangkaian kegiatan diawali di Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro. Di lokasi tersebut, peserta meninjau berbagai fasilitas dan mendapatkan pemaparan mengenai keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), sejarah kehidupan, serta berbagai informasi pendukung yang menjadi identitas Geopark Bojonegoro.
Dewan Pakar KNGI, Rudy Suhendar, mengatakan kesiapan narasi di setiap situs menjadi salah satu aspek penting dalam proses validasi UNESCO.
“Narasi yang disampaikan di setiap situs perlu dibangun secara runtut dan mampu menonjolkan keunikan Geopark Bojonegoro,” ujarnya, Sabtu (20/6).
Sementara itu, Hanang Samodra memberikan penguatan materi sekaligus strategi interpretasi situs kepada pengelola geopark. Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara aspek geologi, hayati, dan budaya dalam membangun narasi geopark yang kuat.
“Ketiga unsur tersebut harus saling terhubung sehingga dapat memberikan pemahaman yang utuh mengenai nilai yang dimiliki Geopark Bojonegoro,” jelasnya.
Usai dari Pusat Informasi Geologi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Biosite Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Selanjutnya, tim meninjau Museum 13 dan Rumah Singgah Wonocolo.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Teksas Wonocolo dan Formasi Wonocolo Hargomulyo yang merupakan bagian dari kawasan tambang minyak tradisional. Kawasan tersebut menjadi salah satu geosite unggulan yang merepresentasikan sejarah panjang industri perminyakan di Bojonegoro.
Di setiap lokasi, dilakukan simulasi penjelasan sebagaimana saat proses penilaian UNESCO berlangsung. Kegiatan ini menjadi sarana latihan bagi para pemandu geopark untuk menyampaikan informasi mengenai nilai geologi, hayati, dan budaya secara sistematis serta mudah dipahami oleh pengunjung maupun asesor. (*)






