KabarBaik.co – Banyuwangi mempunyai sebuah gerakan untuk membendung penyebaran disinformasi dan hoaks di tengah masifnya arus informasi digital. Gerakan itu digagas oleh lintas sektoral dan dinamai Gerakan Banyuwangi Positif.
Lintas sektoral yang terlibat didalam gerakan tersebut diantaranya Pemkab Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, para jurnalis dan penggiat media sosial yang tergabung dalam Komunitas Banyuwangi Positif ini melibatkan kolaborasi seluruh elemen strategis.
Seperti organisasi IJTI, PWI, Banyuwangi Media Sosial Network, instansi pemerintahan, hingga aparat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh kemahasiswaan, NGO, dan pengusaha.
“Semua yang hadir sepakat untuk membendung disinformasi di era digital saat ini. Banyuwangi yang indeks pembangunan manusianya cukup pesat wajib kita jaga bersama-sama,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Minggu (16/5).
Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, yang menjadi salah satu pemateri, menyambut baik inisiatif Banyuwangi. Ia menilai, keterlibatan lintas sektor merupakan pendekatan efektif dalam membangun etika bermedia.
“Ini sangat positif. Semua unsur hampir ada untuk memberikan edukasi, pemahaman kepada semua pihak baik masyarakat, wartawannya, penggiat media sosial, konten kreator, termasuk institusi terkait untuk bisa membuat produk jurnalistik yang baik dan benar,” kata Jazuli.
Jazuli berharap gerakan serupa dapat terus digencarkan dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Banyuwangi Budi Santoso, menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang berbagi dan diskusi terbuka antarelemen.
“Pemda siap mendukung untuk mewujudkan Banyuwangi menjadi daerah yang nyaman untuk beraktivitas di media sosial. Semoga kegiatan ini tidak berhenti disini,” kata Budi.
Akhir dari diskusi ditutup dengan deklarasi Banyuwangi Positif. Tujuan dari gerakan ini adalah menciptakan citra yang baik tentang Banyuwangi di ruang digital.(*)






