KabarBaik.co, Mataram– Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi daerah saat ini bukan sekadar persoalan teknis pembangunan, melainkan kemiskinan dan kebodohan yang harus diperangi secara bersama.
“Musuh kita bersama adalah kemiskinan dan kebodohan. Prinsipnya adalah bagaimana kita me-manage potensi yang ada sehingga provinsi kita bukan saja menjadi makmur tapi juga mendunia,” tegas Iqbal saat meresmikan Sekretariat PWI NTB, Rabu (15/4).
Menurutnya, pengelolaan potensi daerah secara optimal menjadi kunci untuk keluar dari dua persoalan mendasar tersebut. Ia juga menilai peran media sangat strategis dalam mendukung upaya itu, khususnya melalui penyajian informasi yang edukatif dan konstruktif.
Iqbal menekankan bahwa setiap pemberitaan memiliki konsekuensi besar terhadap cara pandang masyarakat. Oleh karena itu, pemilihan sudut pandang dalam penulisan dinilai sangat menentukan dalam mengedukasi publik terhadap kebijakan pemerintah.
“Pemberitaan itu punya dampak besar. Bagaimana sudut pandangnya akan sangat berpengaruh dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar media tidak terjebak pada personalisasi jabatan, melainkan lebih menonjolkan kerja kolektif pemerintah sebagai institusi.
“Saya ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah provinsi secara utuh. Birokrasi itu institusi, bukan personal. Tunjukkan apa yang dilakukan pemerintah untuk rakyat,” tambahnya.
Selain itu, Iqbal mengajak insan pers untuk mengedepankan prinsip tabayun atau klarifikasi dalam setiap pemberitaan, guna memastikan informasi yang disampaikan akurat dan tidak menyesatkan. (*)








