KabarBaik.co, Mataram– Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meresmikan pemanfaatan gedung Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, Rabu (15/4). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh gubernur, didampingi Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, serta disaksikan Sekda NTB Abul Chair dan Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan selamat atas diresmikannya kantor sekretariat baru PWI NTB. Ia menegaskan gedung tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi NTB yang harus dijaga dan dirawat dengan baik oleh para pengurus.
“Gedung ini kami titipkan, tolong dirawat. Kalau ada kekurangan yang tidak bisa diperbaiki, segera sampaikan ke Dinas Kominfotik untuk dikoordinasikan dengan PUPR,” ujarnya.
Iqbal juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi bangunan sejak dini, termasuk memperbaiki kerusakan kecil agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Kerusakan sekecil apapun harus diperbaiki, karena kerusakan besar selalu dimulai dari yang kecil,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTB atas dukungan dan pemberian hak pinjam pakai gedung sebagai sekretariat organisasi wartawan tersebut.
“Alhamdulillah dengan adanya sekretariat ini menjadi kebahagiaan kami. Sejak kita tempati, tempat ini selalu ramai untuk berdiskusi, bahkan sering diwarnai perdebatan tentang berbagai isu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur NTB, Wali Kota Mataram, serta jajaran OPD lingkup Pemprov NTB dan Pemerintah Kota Mataram dalam kegiatan tersebut.
Momentum peresmian ini dirangkaikan dengan kegiatan Halalbihalal dan bincang wartawan yang menjadi bagian dari puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026.
Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat Menuju NTB Makmur Mendunia”, kegiatan yang digelar di Sekretariat PWI NTB, Jalan Mahoni No. 5 B, Kelurahan Monjok Barat, Kota Mataram ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan peran pers dalam pembangunan daerah.
Ikliluddin menegaskan pentingnya menjaga independensi dan tanggung jawab dalam praktik jurnalistik.
“Pers sehat itu pers yang merdeka, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi kode etik,” tandasnya.
Dalam kegiatan ini turut dihadir sebagai narasumber anggota DPRD NTB, pakar komunikasi Universitas Mataram Agus Purbathin Hadi, serta tokoh pers NTB H Achmad Sukisman Azmy yang saat ini menjabat sebagai Dewan Penasihat PWI NTB. (*)







