Gugat Istilah Londo Ireng, Komunitas Pers Nganjuk Tuntut Permohonan Maaf Presiden Prabowo

oleh -134 Dilihat
Puluhan wartawan lintas organisasi pers (PWI, IJTI, PJI, MIO, IWO) dan aktivis LSM menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Nganjuk
Puluhan wartawan lintas organisasi pers (PWI, IJTI, PJI, MIO, IWO) dan aktivis LSM menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Nganjuk

KabarBaik.co, Nganjuk — Puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers bersama aktivis LSM menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor DPRD Kabupaten Nganjuk, Kamis (30/7).

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara belum lama ini yang menyebut wartawan, jurnalis, pengamat, hingga LSM sebagai ‘Londo Ireng’

Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jati Kusumo, menegaskan sikap keras insan pers atas penyematan istilah yang dinilai mendegradasi profesi jurnalis dan elemen sipil tersebut.

“Kami menolak keras pernyataan Presiden Prabowo yang menyematkan label ‘Londo ireng’ kepada wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM. Profesi kami bekerja demi kepentingan publik dan mengawal demokrasi, bukan pelayan kepentingan asing,” tegas Bagus di sela-sela aksi.

Aksi massa yang melibatkan gabungan lintas organisasi pers seperti PWI, IJTI, PJI, MIO, hingga IWO Nganjuk ini menyoroti dampak historis dari diksi tersebut.

Mereka menilai analogi kolonial yang dilontarkan kepala negara sangat merugikan citra pers independen di era modern.

Salah satu orator dari PWI Nganjuk, Sukadi, menjelaskan beban historis di balik istilah tersebut yang dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang Presiden

“Londo Ireng atau Londo Blangkonan itu adalah diksi yang sangat jelek dan menyakitkan, apalagi dialamatkan kepada para jurnalis di era sekarang ini. Londo Ireng dalam sejarah adalah pengkhianat bangsa pada masa penjajahan Belanda, sehingga sangat tidak tepat jika dialamatkan kepada wartawan yang bekerja untuk kebenaran,” ujar Sukadi dalam orasinya di depan kantor DPRD Nganjuk.

Melalui aksi ini, massa melayangkan tuntutan tegas agar Presiden Prabowo mencabut ucapannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI, aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.