Gus Fawait Temui Guru Ngaji dan Kelompok Pengajian di Curah Takir Jember, Bangun Bangsa dari Majelis Ilmu

oleh -122 Dilihat
fca1eed3 69a5 49ca ab99 1aedf723bb80
Bupati Jember Muhammad Fawait saat bertemu kelompok guru ngaji. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pembangunan bangsa sejati tidak melulu soal fisik dan angka, melainkan berawal dari hati yang tercerahkan oleh ilmu. Inilah pesan utama yang disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, saat bertemu dengan para guru ngaji dan ketua kelompok pengajian di Balai Desa Curah Takir, dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku hari kedua.

Gus Fawait secara khusus mengumpulkan perwakilan tokoh-tokoh agama ini, menekankan bahwa fondasi pembangunan bangsa dan negara harus dimulai dari pembentukan akhlak, hati, dan ilmu. Peran strategis ini, menurutnya, diemban oleh para ibu dan pendidik keagamaan.

“Kami masih sangat yakin, membangun bangsa dan negara itu dimulai dari emaknya. Bapaknya membantu, tapi peran paling utama tetap emaknya,” ujar Gus Fawait, Minggu (14/12).

Ia menjelaskan bahwa para ketua pengajian dan guru ngaji memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka setiap hari berhadapan langsung dengan jamaah, keluarga, dan generasi muda. Melalui merekalah, nilai-nilai kebaikan, keteduhan, dan kecintaan terhadap bangsa ditanamkan secara konsisten.

Gus Fawait juga menyoroti pentingnya asupan ilmu bagi siapa pun yang menjalankan peran dakwah. Untuk itu, dalam pertemuan tersebut turut dihadirkan ulama dan kiai untuk memberikan tausiah dan pencerahan.

“Kalau 40 hari 40 malam orang tidak kemasukan ilmu, hatinya bisa keras. Tapi kalau hatinya lembut, doanya insyaallah dikabulkan Allah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan insentif guru ngajiyang sudah berjalan lancar. Ia juga memastikan bahwa para ketua kelompok pengajian juga akan masuk dalam komitmen pemberian perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Gus Fawait menyoroti peran kelompok pengajian sebagai ruang positif sekaligus ‘hiburan’ yang baik bagi para ibu. “Saya yakin, pengajian adalah perkumpulan yang baik, isinya majelis ilmu dan sholawat,” katanya.

Ia meyakini, selama para ibu aktif dalam majelis ilmu, maka nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan cinta tanah air akan terus tumbuh di tengah keluarga.

Sebagai tambahan komitmen sosial, Gus Fawait juga meminta dukungan aktif para guru ngaji dan kelompok pengajian dalam menyukseskan program imunisasi, sebagai ikhtiar bersama menjaga kesehatan generasi masa depan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.