KabarBaik.co, Jombang – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf mengimbau seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU), khususnya pengurus wilayah dan cabang, agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu meminta seluruh informasi terkait muktamar hanya mengacu pada kanal resmi PBNU maupun media yang kredibel.
“Yang penting juga adalah percaya pada berita-berita yang benar. Jangan sampai percaya pada hoaks, berita-berita palsu, atau berita yang menyesatkan,” kata Gus Ipul di Tower 7 Gedung MAN 3 Tambakberas, Jombang, Senin (3/8).
Menurut dia, berbagai informasi yang beredar di luar saluran resmi PBNU belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pengurus NU agar selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi organisasi.
“Ikuti semua kabar yang official. Karena kabar di luar sana macam-macam. Ada yang menyebarkan dokumen atau surat keputusan yang tidak ditandatangani. Itu tidak benar,” ujarnya.
Gus Ipul menegaskan, PBNU juga memastikan proses kepesertaan Muktamar Ke-35 NU berjalan sesuai aturan organisasi.
Ia mengatakan, setiap pengurus cabang maupun wilayah yang memenuhi syarat tetap memiliki hak menjadi peserta muktamar. PBNU, lanjut dia, siap membantu apabila terdapat kekurangan administrasi, selama seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan.
“Peserta itu adalah hak cabang dan wilayah yang memenuhi syarat. PBNU membantu jika ada kekurangan, tetapi prosesnya harus benar dan dokumennya tidak boleh palsu. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, tidak ada yang dipersulit,” katanya.
Selain itu, Gus Ipul membantah berbagai isu yang beredar di media sosial mengenai adanya konflik internal di tubuh PBNU, termasuk isu perebutan kepentingan terkait pengelolaan tambang.
Menurut dia, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
“Tidak ada konflik tambang atau rebutan apa pun antara Ketua Umum dan Sekjen. Berita-berita seperti itu tidak benar. Yang berkembang di media sosial seolah-olah ada rebutan ini dan itu, padahal faktanya tidak demikian,” ucapnya.
Ia memastikan seluruh jajaran PBNU saat ini fokus menyiapkan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU dengan semangat kebersamaan.
“Kalau melihat kondisi sekarang, semuanya guyub. Kami menyambut Muktamar dengan semangat kebersamaan,” ujar Gus Ipul.
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
PBNU berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh warga Nahdliyin.







